BPS: Ekspor CPO Melonjak 16,59%, Batu Bara Masih Tertekan

BPS: Ekspor CPO Melonjak 16,59%, Batu Bara Masih Tertekan

Ekspor CPO Indonesia naik 16,59% pada Januari-April 2026, sementara ekspor batu bara turun 7,27%. Total ekspor nonmigas tumbuh 6,28%, didorong sektor industri.

(Bisnis.Com) 02/06/26 12:44 237449

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan turunannya menjadi salah satu penopang utama kinerja ekspor nonmigas sepanjang Januari–April 2026. Di sisi lain, ekspor batu bara masih mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan kinerja ekspor sejumlah komoditas unggulan menunjukkan tren yang beragam pada empat bulan pertama tahun ini.

”Total ketiganya ini memberikan share sekitar 28,30% dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari–April 2026,” kata Pudji dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (2/6/2026).

BPS mencatat nilai ekspor besi dan baja naik 2,54% secara kumulatif pada Januari–April 2026. Sementara itu, ekspor CPO dan turunannya tumbuh paling tinggi dengan kenaikan 16,59% secara kumulatif. Sebaliknya, nilai ekspor batu bara turun 7,27% secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara terperinci, ekspor besi dan baja menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 10,30% terhadap total ekspor nonmigas. Nilai ekspor komoditas ini mencapai US$9,03 miliar pada Januari–April 2026, naik 2,54% dibandingkan US$8,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, dari sisi volume, ekspor besi dan baja turun tipis 0,65% dari 7,23 juta ton menjadi 7,18 juta ton.

Nilai ekspor CPO dan turunannya yang menunjukkan pertumbuhan paling tinggi tercatat mencapai US$8,22 miliar pada Januari–April 2026, dibandingkan US$7,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BPS mencatat pangsa ekspor CPO dan turunannya mencapai 9,37% terhadap total ekspor nonmigas. Kenaikan nilai ekspor tersebut sejalan dengan peningkatan volume pengiriman yang tumbuh 20,38% dari 6,41 juta ton menjadi 7,72 juta ton.

Di sisi lain, batu bara menjadi satu-satunya komoditas unggulan yang mengalami pelemahan. Nilai ekspor batu bara turun 7,27% secara tahunan dari US$8,17 miliar pada Januari–April 2025 menjadi US$7,57 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Pangsa ekspor batu bara tercatat sebesar 8,63% terhadap total ekspor nonmigas. Penurunan nilai ekspor tersebut juga diikuti kontraksi volume ekspor sebesar 6,70%, dari 122,76 juta ton menjadi 114,54 juta ton.

Ekspor RI Naik 5,48%

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau meningkat 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sana, ekspor migas tercatat turun 8,30% menjadi US$4,41 miliar, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$87,74 miliar atau tumbuh 6,28% secara tahunan.

Menurut Pudji, peningkatan ekspor nonmigas terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan yang menjadi motor utama pertumbuhan ekspor nasional.

“Jika dilihat menurut sektor, peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan. Sektor industri pengolahan ini menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas sepanjang Januari–April 2026 dengan andil sebesar 7,71% terhadap kenaikan total ekspor,” ujarnya.

Sejumlah produk industri pengolahan yang mencatat kenaikan ekspor cukup besar antara lain produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.

Dari sisi tujuan ekspor, China masih menjadi pasar utama bagi produk Indonesia. Nilai ekspor nonmigas ke negara tersebut mencapai US$22,76 miliar pada Januari–April 2026 atau meningkat 20,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di level US$18,87 miliar.

#cpo-ekspor #ekspor-batu-bara #ekspor-nonmigas #bps-statistik #minyak-kelapa-sawit #ekspor-besi-baja #ekspor-indonesia #industri-pengolahan #produk-olahan-nikel #ekspor-ke-china #ekspor-migas #pertumbu

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260602/12/1977765/bps-ekspor-cpo-melonjak-1659-batu-bara-masih-tertekan