Pendapatan Naik 11,8%, Pyiridam Farma (PYFA) Tancap Gas Kapasitas
Pyridam Farma (PYFA) meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun lini baru setelah pendapatan naik 11,8% di Q1 2026, mendukung pertumbuhan jangka panjang.
(Bisnis.Com) 03/06/26 08:29 238293
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) menyiapkan ekspansi kapasitas manufaktur melalui pembangunan lini produksi 4 dan lini produksi 5 sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing dan memenuhi kebutuhan pasar farmasi nasional yang terus berkembang.
Langkah ekspansi tersebut dilakukan setelah perseroan melanjutkan pengembangan fasilitas produksi Lini 3 melalui anak usaha PT Ethica Industri Farmasi. Penambahan lini produksi baru diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas kemampuan PYFA dalam melayani permintaan pasar.
Direktur Pyridam Farma Sinta Ningsih mengatakan penguatan kapasitas manufaktur menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Selain kontribusi berkelanjutan dari pilar utama pertumbuhan yaitu layanan CDMO, pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh peningkatan kinerja dari sejumlah produk farmasi berlisensi tinggi yang memiliki nilai tambah dan margin yang lebih baik.
"Sejalan dengan itu, progres pengembangan berbagai investasi strategis, termasuk fasilitas produksi Lini 3 anak perseroan, turut memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan perseroan ke depan,” ujar Sinta dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, strategi yang berfokus pada portofolio produk bernilai tambah tinggi serta penguatan kapasitas manufaktur akan semakin memperkuat posisi kompetitif PYFA di industri farmasi.
Rencana ekspansi tersebut sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang menunjukkan tren pertumbuhan positif pada kuartal I/2026. PYFA membukukan pendapatan neto sebesar Rp766,53 miliar, meningkat 11,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp685,46 miliar.
Peningkatan pendapatan turut mendorong laba bruto naik 6,9% menjadi Rp192,8 miliar. Perseroan menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh efisiensi manufaktur dan peningkatan produktivitas yang mampu mengimbangi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan harga di pasar.
Di sisi profitabilitas, PYFA mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 30% secara tahunan. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 9,5% pada kuartal I/2026 dari 8,2% pada periode yang sama tahun lalu.
Sinta mengatakan kinerja awal tahun tersebut mencerminkan efektivitas strategi transformasi bisnis yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, pertumbuhan didorong oleh penguatan portofolio produk farmasi, optimalisasi jaringan distribusi, serta kontribusi yang semakin besar dari lini bisnis layanan kesehatan terintegrasi.
Ke depan, perseroan menargetkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui kombinasi strategi inovasi produk berlisensi tinggi yang berfokus pada area terapi tertentu, ekspansi kapasitas manufaktur, penguatan jaringan layanan kesehatan, serta pengembangan portofolio bisnis pada segmen-segmen dengan prospek pertumbuhan tinggi.
Sebagai informasi, PT Pyridam Farma Tbk. merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi berbagai obat resep dalam bentuk tablet, kapsul, krim, hingga injeksi. Perseroan juga memiliki sejumlah anak usaha, antara lain PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.
#pyfa #pyridam-farma #farmasi-nasional #kapasitas-manufaktur #lini-produksi #ekspansi-kapasitas #pertumbuhan-pendapatan #produk-farmasi #strategi-bisnis #peningkatan-produktivitas #efisiensi-manufaktur