Mengukur Daya Intervensi BI kala Rupiah Makin Loyo Dekati Rp17.900

Mengukur Daya Intervensi BI kala Rupiah Makin Loyo Dekati Rp17.900

Bank Indonesia (BI) terus intervensi pasar untuk stabilkan rupiah yang melemah mendekati Rp17.900 per dolar AS, dengan kebijakan baru dan kerja sama internasional.

(Bisnis.Com) 03/06/26 14:21 238736

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus bersiaga dan melakukan intervensi di pasar keuangan seiring dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang makin melemah dan nyaris menyentuh level Rp17.900 per dolar AS.

Berdasarkan data RTI Infokom, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026). Pada pukul 09.15 WIB, kurs rupiah berada di level Rp17.887 per dolar AS, atau mengalami pelemahan sebesar 0,39%.

Merespon perkembangan tersebut, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengaku bahwa otoritas moneter hadir di pasar dan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan eksternal.

"Bank Indonesia terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," ujar Ramdan dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Dia mencontohkan, untuk memitigasi aksi spekulasi di tengah tingginya volatilitas, bank sentral resmi memberlakukan aturan baru terkait transaksi pembelian valuta asing (valas).

Ramdan memaparkan, terhitung sejak 2 Juni 2026, BI telah menetapkan ambang batas (threshold) transaksi tunai pembelian valas terhadap rupiah tanpa dokumen pendukung (*underlying*) menjadi maksimal sebesar US$25.000 per pelaku per bulan. Pengetatan ini diharapkan mampu mengerem permintaan dolar AS yang tidak didasari oleh kebutuhan riil ekonomi.

Lebih lanjut, dalam upaya mengurangi ketergantungan struktural terhadap dolar AS, BI terus memacu implementasi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara. Ramdan menyebutkan bank sentral secara agresif mendorong kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

"Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab," paparnya.

Meski telah mengerahkan berbagai bauran kebijakan, BI menyadari bahwa pengamanan nilai tukar tidak dapat dilakukan sendiri. Oleh karena itu, BI memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dunia usaha, hingga pelaku pasar.

Sinergi ini dinilai mutlak diperlukan guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara efisien serta menebalkan lapis pertahanan perekonomian nasional dari tekanan ketidakpastian global.

#rupiah-melemah #intervensi-bank-indonesia #nilai-tukar-rupiah #kurs-rupiah-hari-ini #stabilitas-nilai-tukar #pasar-keuangan-indonesia #kebijakan-bank-indonesia #transaksi-valuta-asing #pembelian-valas

https://market.bisnis.com/read/20260603/93/1978111/mengukur-daya-intervensi-bi-kala-rupiah-makin-loyo-dekati-rp17900