PERURI-KTI Foundation beri pelatihan ekonomi ke penyandang disabilitas
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) bersama Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation memberikan pelatihan ekonomi berupa pencetakan ...
(Antara) 05/06/26 21:48 241660
agar teman-teman disabilitas dapat terus berkarya dan berkontribusi nyata dalam kegiatan ekonomi
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) bersama Kreasi Tuli Indonesia (KTI) Foundation memberikan pelatihan ekonomi berupa pencetakan sablon kepada penyandang disabilitas.
Head of Corporate Secretary PERURI Adi Sunardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperluas akses pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendorong pemerataan kesempatan agar teman-teman disabilitas dapat terus berkarya dan berkontribusi nyata dalam kegiatan ekonomi,” ujar Adi.
Pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar cetak sablon.
Keahlian praktis ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan baru, membuka peluang usaha mandiri, serta menjadi bekal yang kuat untuk bersaing di dunia kerja.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis yang aplikatif, tetapi juga peningkatan kepercayaan diri,” tambahnya.
Dia pun menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk tetap berpijak pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan dasar yang membuka kemandirian ekonomi, di tengah proses transformasi perusahaan.
Langkah ini juga disebut menjadi wujud nyata kontribusi PERURI terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pilar Pekerjaan Layak dan Berkurangnya Kesenjangan.
Sejalan dengan hal tersebut, Founder KTI Foundation Inaraya menuturkan pelatihan menyablon dipilih karena relatif mudah dipelajari dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.
“Masih banyak penyandang disabilitas dengan potensi dan semangat tinggi yang belum mendapatkan akses pelatihan yang tepat. Keterampilan sablon ini bisa menjadi bekal yang sangat relevan bagi mereka, baik untuk merintis wirausaha maupun bekerja di sektor percetakan,” jelas Inaraya.
Kedua pihak berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem yang ramah disabilitas dan mendukung terciptanya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026