Bahan Bakar Mineral Dongkrak Ekspor Kaltim Hingga US$1,77 Miliar di April 2026
Ekspor Kaltim naik 16,86% di April 2026, didorong bahan bakar mineral. Nilai ekspor mencapai US$1,77 miliar, dengan China sebagai tujuan utama.
(Bisnis.Com) 08/06/26 12:30 243352
Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Timur pada April 2026 mencetak pertumbuhan dua digit secara bulanan.
Nilai ekspor menembus US$1,77 miliar (setara sekitar Rp29,74 triliun), atau tumbuh 16,86% dibandingkan Maret 2026 yang sebesar US$1,52 miliar (sekitar Rp25,54 triliun).
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur, Mas\'ud Rifai menyatakan pendorong utama kenaikan ekspor adalah sektor nonmigas yang melesat 19,15% menjadi US$1,67 miliar.
Sebaliknya, ekspor migas justru tergelincir 11,42% ke level US$101,00 juta, utamanya akibat nihilnya pencatatan ekspor gas alam pada bulan ini, padahal bulan sebelumnya masih tercatat sebesar US$68,09 juta.
Ibarat tulang punggung, komoditas bahan bakar mineral kembali menjadi penopang terbesar ekspor nonmigas dengan kenaikan senilai US$182,10 juta atau 17,40% secara bulanan.
Tak kalah mencolok, golongan lemak dan minyak hewani/nabati turut menyumbang lonjakan sebesar US$99,11 juta (65,24%), sementara besi dan baja yang bulan lalu nihil, kini mencatatkan ekspor perdana senilai US$15,49 juta.
Sementara itu, produk kimia justru terjun bebas hingga minus 34,76%.
Kemudian, Mas\'ud menegaskan dominasi hasil tambang dalam struktur ekspor daerah masih sangat kuat.
"Selama Januari—April 2026, komoditas hasil tambang tetap menjadi andalan ekspor Provinsi Kalimantan Timur dengan peranan sebesar 68,24 persen. Hasil industri berada pada posisi kedua dengan peranan sebesar 23,12%, dan nilai ekspor migas pada posisi ketiga dengan peranan 8,55%," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Dari sisi pasar tujuan, China masih kukuh di puncak dengan nilai ekspor kumulatif Januari—April 2026 mencapai US$2,04 miliar atau 34,03% dari total.
India berada di posisi kedua dengan US$848,69 juta (14,17%), disusul Filipina dengan US$564,67 juta (9,43%).
Secara bulanan, lonjakan tertinggi terjadi ke Filipina yang naik 69,48%, Taiwan 67,99%, dan Korea Selatan yang melejit hingga 122,96%.
Dari sisi pelabuhan, Balikpapan memimpin sebagai gerbang ekspor utama dengan nilai US$569,00 juta pada April 2026, diikuti Samarinda US$351,28 juta dan Tanjung Bara US$249,07 juta.
Selama kuartal pertama tahun ini, Pelabuhan Balikpapan mencatat kontribusi sebesar 30,52% dari total ekspor Kalimantan Timur.
Meski kinerja ekspor bulanan menunjukkan peningkatan, capaian kumulatif tersebut menjadi pengingat bagi Kalimantan Timur untuk tidak berpuas diri.
Mas\'ud menyebutkan total ekspor Januari—April 2026 tercatat sebesar US$6,55 miliar, atau turun 2,88% dibanding periode yang sama tahun 2025.
Di sisi impor, lonjakan 32,94% menjadi US$839,74 juta pada April 2026 ditopang kenaikan impor migas sebesar 33,82% menjadi US$750,74 juta yang didorong peningkatan minyak mentah hingga 265,07% secara tahunan.
Impor nonmigas ikut naik 25,94% menjadi US$89,00 juta, dengan mesin dan peralatan mekanis sebagai penyumbang terbesar (37,24% dari total impor nonmigas kumulatif).
Impor pupuk yang sebelumnya nihil kini muncul senilai US$12,09 juta, sedangkan barang dari besi dan baja justru anjlok 63,75%.
Secara keseluruhan, neraca perdagangan Kaltim pada April 2026 masih membukukan surplus US$934,41 juta yang didorong surplus nonmigas sebesar US$1,58 miliar, meski harus menanggung defisit migas US$649,74 juta.
Adapun, dia menuturkan secara kumulatif Januari—April 2026, surplus perdagangan tercatat US$4.093,58 juta (setara sekitar Rp68,76 triliun).
#bahan-bakar-mineral #ekspor-kaltim #ekspor-nonmigas #ekspor-migas #komoditas-tambang #ekspor-kalimantan-timur #pelabuhan-balikpapan #ekspor-tiongkok #ekspor-india #ekspor-filipina #ekspor-korea-selata