Allianz Life Indonesia: Inflasi Medis Jadi Tantangan bagi Industri Asuransi
Allianz Life Indonesia mengatakan tantangan inflasi medis memicu kenaikan premi asuransi kesehatan, dengan inflasi medis mencapai 17,8% di Indonesia.
(Bisnis.Com) 08/06/26 15:57 243574
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia mengatakan inflasi medis kian menjadi tantangan bagi industri asuransi di Indonesia, bahkan secara global.
Direktur Kepatuhan Allianz Life Indonesia Hasinah Jusuf mengatakan di industri asuransi pun ada kekhawatiran mengenai harga premi asuransi kesehatan yang bisa meningkat akibat kondisi tersebut.
“Jadi, khawatirnya adalah semakin banyak orang yang tidak mampu beli asuransi kesehatan. Karena dari sisi industri, kami juga tidak bahagia dengan kondisi itu,” tuturnya dalam kunjungan ke kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Sementara itu, Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au mengemukakan inflasi medis di Indonesia diperkirakan mencapai 17,8%. Perkiraan ini bahkan lebih tinggi dari rata-rata Asia yang sebesar 12,5% bahkan global yang 11%.
“Apa yang menyebabkan ini? Ada tiga faktor utama yaitu higher incident, treatment changes, dan medical inflation. Impor obat, jasa dokter dan profesional juga meningkat karena inflasi ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia turut membeberkan bahwa berdasarkan data Allianz Indonesia, sejak 2020-2025 rata-rata biaya untuk penyakit jantung, kanker, dan stroke terus meningkat. Untuk penyakit jantung meningkat 219%, kanker meningkat 179%, dan stroke meningkat 169%.
“Di Indonesia, berdasarkan data AAJI, klaim terus meningkat. Allianz Indonesia telah membayarkan Rp3,779 triliun pada 2025,” sebutnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Allianz Life Syariah Indonesia Jazilah Firdaus menuturkan tantangan yang signifikan saat ini dirasakan industri adalah inflasi medis.
“Dampaknya enggak cuma ke perusahaan asuransi, tapi nasabah juga karena ada komponen keterjangkauan premi dan keberlanjutan perlindungan kesehatan dalam jangka panjang,” sebutnya.
Menilik laporan keuangan perusahaan, laba setelah pajak Allianz Life Indonesia pada April 2026 mencapai Rp814 miliar, tumbuh 154,03% (year on year/YoY) dari Rp320,43 miliar.
Laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan premi yang tumbuh 18,1% YoY menjadi Rp6,17 triliun. Adapun, jumlah pendapatan secara keseluruhan sebesar Rp5,88 triliun.
#allianz-life-indonesia #inflasi-medis #industri-asuransi #asuransi-kesehatan #harga-premi-asuransi #tantangan-asuransi #klaim-asuransi #biaya-penyakit-jantung #biaya-kanker #biaya-stroke #premi-asuran