Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah Ikuti Pelemahan IHSG, Saham MBMA Justru Cuan

Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah Ikuti Pelemahan IHSG, Saham MBMA Justru Cuan

Indeks Bisnis-27 ditutup melemah 5,99% ke posisi 363,37, mengikuti pelemahan IHSG yang terkontraksi 8,69% dalam sepekan.

(Bisnis.Com) 08/06/26 16:24 243606

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (8/6/2026), sejalan dengan kinerja Indeks harga saham gabungan (IHSG) yang lesu hari ini. Meskipun begitu, salah satu anggota konstituen indeks MBMA masih mampu bertenaga hingga akhir masa perdagangan.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 5,99% ke posisi 363,37. Dari 27 konstituen, sebanyak 25 saham melemah, 1 stagnan, dan 1 saham menguat.

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) memimpin penguatan dengan naik 1,38% ke Rp440, sementara PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang semula dibuka menguat, hanya stagnan hingga penutupan perdagangan.

Pelemahan harga saham dialami oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 14,86% ke Rp2.350, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) turun 8,55% ke Rp1.390, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) turun 8,01% ke Rp1.780, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 8,00% ke Rp2.530.

Hal yang sama terjadi pada PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang melemah 7,35% ke Rp1.260, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 7,22% ke Rp4.240, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) melemah 6,98% ke Rp6.000, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 6,80% ke Rp3.150.

Sebelumnya, IHSG diproyeksikan masih rawan melanjutkan tren pelemahan. Maraknya tekanan jual yang melanda pasar modal domestik membuat indeks diperkirakan rentan menguji level support psikologis baru.

Riset MNC Sekuritas memaparkan bahwa pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG kembali melanjutkan koreksi sebesar 4,20% menuju level 5.594 dengan dominasi tekanan jual yang masih tinggi.

Secara akumulatif dalam sepekan, performa indeks terpangkas hingga 8,69% yang disertai dengan peningkatan volume distribusi atau aksi jual.

Tim analis MNC Sekuritas menjelaskan bahwa secara teknikal, posisi IHSG saat ini tengah berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.

“Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrend-nya ke rentang 5.395–5.412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara bulanan,” tulisnya dalam riset harian, dikutip Minggu (7/6/2026).

Berdasarkan data statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2 – 5 Juni 2026, indeks komposit terkontraksi 8,69% menuju level 5.594,76 dari penutupan pekan sebelumnya yakni 6.127,38. Kinerja tersebut diikuti penyusutan kapitalisasi pasar bursa sebesar 8,59% menjadi Rp9.807 triliun.

Jika dibandingkan dengan bursa lainnya, koreksi IHSG merupakan yang terdalam di dunia. Penurunannya jauh melampaui tekanan yang dialami Tel Aviv 35 Index di Israel (-4,26%) dan KOSPI Index di Korea Selatan (-3,72%).

Sementara itu, bursa utama lainnya bahkan mencatatkan pergerakan yang lebih stabil. SSE Composite RRC, misalnya, terkontraksi 1%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,88%, sedangkan S&P BSE SENSEX India turun 0,73% sepekan.

Di sisi lain, bursa Amerika Serikat (AS) melalui Dow Jones Industrial Average justru melaju positif dengan mencatat penguatan sebesar 1,04%.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#indeks-bisnis-27 #ihsg-melemah #saham-mbma #saham-cuan #bursa-efek-indonesia #saham-telkom #saham-pgas #saham-jpfa #saham-aneka-tambang #saham-tapg #saham-inco #saham-icbp #saham-cpin #tekanan-jual #k

https://market.bisnis.com/read/20260608/7/1979313/indeks-bisnis-27-ditutup-merah-ikuti-pelemahan-ihsg-saham-mbma-justru-cuan