Penyaluran Pinjaman RupiahCepat Tembus Rp40 Triliun, Layani 7 Juta Nasabah

Penyaluran Pinjaman RupiahCepat Tembus Rp40 Triliun, Layani 7 Juta Nasabah

RupiahCepat salurkan pinjaman Rp40 triliun ke 7 juta nasabah di Indonesia, perkuat kerja sama dengan Bank DBS untuk perluas akses pembiayaan digital.

(Bisnis.Com) 09/06/26 05:49 244121

Bisnis.com, JAKARTA — Penyelenggara jasa pinjaman daring di sektor multiguna, RupiahCepat (PT Kredit Utama Fintech Indonesia atau KUFI) mencatat total penyaluran pinjaman kumulatif lebih dari Rp40 triliun. Di saat yang sama, jumlah pengguna yang telah dilayani perusahaan telah melampaui 7 juta orang di seluruh Indonesia.

Direktur RupiahCepat Anna Maria Chosani mengatakan capaian tersebut menjadi indikator pertumbuhan bisnis perseroan sekaligus mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital yang cepat, aman, dan mudah diakses.

Seiring dengan pertumbuhan tersebut, PT Kredit Utama Fintech Indonesia (KUFI) selaku pengelola platform RupiahCepat memperkuat kerja sama penyaluran pinjaman (channeling) dengan PT Bank DBS Indonesia guna memperbesar kapasitas pembiayaan dan memperluas akses keuangan masyarakat.

Anna Maria Chosani mengatakan penguatan kerja sama dengan Bank DBS Indonesia merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat layanan pembiayaan digital sekaligus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Bank DBS Indonesia merupakan mitra pendanaan strategis bagi RupiahCepat. Peningkatan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan dan perlindungan konsumen,” ujar Anna dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, perusahaan akan terus mendorong inovasi untuk menghadirkan layanan pembiayaan digital yang aman, mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Kerja sama dengan Bank DBS Indonesia telah membuka akses pembiayaan bagi masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta hingga pekerja lepas (freelancer) di berbagai wilayah Indonesia.

Kolaborasi tersebut juga dinilai mampu memperluas jangkauan layanan keuangan kepada masyarakat yang belum sepenuhnya terlayani oleh lembaga keuangan konvensional.

Head of CBG Ecosystem and Digital Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Willy Lawy mengatakan kemitraan tersebut menjadi bagian dari komitmen bank dalam mendukung inklusi keuangan nasional.

“Kami berkomitmen untuk memberdayakan individu dan memperluas akses mereka ke layanan finansial esensial, sehingga secara signifikan meningkatkan kapabilitas pembiayaan RupiahCepat,” ujarnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, RupiahCepat menerapkan teknologi digital seperti electronic know your customer (e-KYC), credit scoring, dan sistem anti-fraud guna mendukung proses pengajuan hingga pencairan dana secara daring.

Selain itu, perusahaan bersama mitra pendanaannya menerapkan prinsip manajemen risiko, transparansi biaya pinjaman, keamanan informasi, serta perlindungan konsumen sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

Saat ini, RupiahCepat tercatat memiliki enam mitra pendanaan perbankan, yakni Bank Neo Commerce, BNI, Bank Ganesha, SeaBank, Superbank, dan Bank DBS Indonesia.

#rupiahcepat #pinjaman-daring #fintech-indonesia #penyaluran-pinjaman #layanan-pembiayaan #bank-dbs-indonesia #akses-keuangan #inklusi-keuangan #e-kyc #credit-scoring #sistem-anti-fraud #manajemen-risi

https://finansial.bisnis.com/read/20260609/563/1979458/penyaluran-pinjaman-rupiahcepat-tembus-rp40-triliun-layani-7-juta-nasabah