IHSG Dibuka Menguat ke 5.922, Saham DCII, TLKM hingga UNVR Tancap Gas
IHSG menguat 0,35% atau 20,44 poin ke posisi 5.922,82 pada perdagangan Kamis (11/6/2026).
(Bisnis.Com) 11/06/26 09:10 246747
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat ke 5.922,82 pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Kenaikan ini seiring penguatan saham big caps, antara lain DCII, TLKM, hingga UNVR.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 0,35% atau 20,44 poin ke 5.922,82 hingga pukul 09.01 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 5.898,34 dan sempat ke posisi 5.926,34.
Tercatat, sebanyak 326 saham menguat, lalu 133 saham terkoreksi, dan 200 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.423,88 triliun.
Sejumlah saham big caps yang mencatat kenaikan tertinggi, di antaranya PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) naik 4,77% ke Rp188.750, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) membukukan kenaikan 3,56% menjadi Rp2.910 per saham, dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) tumbuh 1,88% ke Rp1.630.
Saham PT Astra International Tbk. (BBCA) juga terapresiasi sebesar 0,85%, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 0,60%, sedangkan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertumbuh 0,29%.
Pada hari ini, IHSG diproyeksikan bakal menguji level resistansi psikologis di posisi 6.000. Pergerakan indeks dibayangi oleh sentimen negatif dari rontoknya bursa global akibat eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (10/6), IHSG ditutup menguat 2,71% ke level 5.902,38. Namun, penguatan tersebut masih diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang kian masif dengan nilai mencapai Rp3,13 triliun.
Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, mengungkapkan bahwa meski tekanan jual asing masih membayangi, indeks komposit disebut memiliki peluang teknikal untuk bergerak ke zona utara.
“IHSG hari ini berpotensi menguji level psikologis di level 6.000,” ujar Karina dalam riset harian BNI Sekuritas, Kamis (11/6/2026).
BNI Sekuritas memetakan rentang support IHSG hari ini berada di level 5.750 hingga 5.840, sedangkan resistance berada di kisaran 6.000 sampai 6.050.
Di sisi lain, laju IHSG hari ini dipastikan mendapat tantangan berat dari bursa global. Indeks-indeks utama di Wall Street ditutup bertumbangan setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman serangan militer lebih keras terhadap Iran karena proses negosiasi yang dinilai terlalu lama.
Ancaman tersebut akhirnya memicu kekhawatiran investor. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga lebih dari 900 poin atau turun 1,87%, disusul S&P 500 yang terpangkas 1,62%, dan Nasdaq Composite anjlok 1,98%.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#ihsg #ihsg-hari-ini #rekomendasi-saham-hari-ini #bursa-efek-indonesia #suku-bunga-acuan #bi-rate #idx-mobile #kapitalisasi-pasar-bursa #saham-ammn #saham-bipi #saham-mina #saham-wifi #mnc-sekuritas