Japfa (JPFA) Bidik Dana Rp500 Miliar dari Penerbitan Obligasi

Japfa (JPFA) Bidik Dana Rp500 Miliar dari Penerbitan Obligasi

Japfa (JPFA) mengincar dana Rp500 miliar dari penerbitan obligasi yang hasilnya akan dialokasikan untuk membayar sebagian fasilitas kredit Bank Mandiri.

(Bisnis.Com) 15/06/26 08:40 249977

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten peternakan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) tengah dalam masa penawaran awal terhadap surat utang dengan nilai mencapai Rp500 miliar.

Melansir prospektus yang terbit di Harian Bisnis Indonesia, aksi penerbitan obligasi ini merupakan rangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Japfa dengan target dana terhimpun mencapai Rp5 triliun.

Pada tahap pertama, dana yang diincar Japfa mencapai Rp500 miliar yang nantinya bakal ditawarkan dalam tenor 3 dan 5 tahun. Meskipun begitu, masih belum terang besaran imbal hasil yang ditawarkan Japfa pada tahap awal ini.

”Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang akan diterbitkan oleh perseroan atas nama KSEI, sebagai bukti utang kepada pemegang obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai pokok obligasi dan terdiri dari 2 seri,” tulis manajemen dalam prospektusnya.

Nantinya, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi tahap pertama ini, setelah dikurangi dengan biaya emisi, bakal digunakan untuk membayar sebagian pokok utang fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Baru pada penerbitan berikutnya, Japfa berencana mengalokasikan hasil penerbitan untuk refinancing atas pinjaman perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan outstanding mencapai Rp2,15 triliun dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) senilai US$49,95 juta. Sisa dari penerbitan tahap dua akan digunakan sebagai modal kerja.

Pada penerbitan tahap I, bunga obligasi ini bakal dibayarkan Japfa setiap tiga bulan sekali, terhitung sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Bunga obligasi pertama bakal jatuh pada 7 Oktober 2026 dan yang terakhir akan jatuh pada 7 Juli 2029 dan 7 Juli 2031.

Dalam rangka PUB obligasi Tahap III, surat utang Japfa juga telah mendapatkan peringkat A+ atau single A plus dari Fitch Ratings Indonesia sebagai lembaga pemeringkat.

Adapun merujuk laporan keuangan 2025 yang diaudit, penjualan neto JPFA mencapai Rp60,71 triliun atau lebih tinggi 8,8% year-on-year (YoY) dari Rp55,8 triliun pada 2024.

Penjualan neto itu bersumber dari peternakan komersial Rp24,51 triliun, pakan ternak Rp15,78 triliun, pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp10,64 triliun, budidaya perairan Rp5,13 triliun, pembibitan unggas Rp3,54 triliun, perdagangan dan lain-lain Rp2,3 triliun, kemudian dikurangi potongan penjualan Rp1,21 triliun.

Pada 2025, JPFA juga membukukan kenaikan beban pokok penjualan dari Rp44,58 triliun pada 2024 menjadi Rp47,52 triliun. Meskipun begitu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Japfa atau laba bersih mencapai Rp4 triliun pada 2025, tumbuh 32,63% YoY dari Rp3,01 triliun pada 2024.

Menilik neraca keuangan perseroan, Japfa mampu memperkecil jumlah liabilitas secara year to date (YtD), meski secara total aset perseroan menipis.

Sepanjang tiga bulan pertama 2025, liabilitas jangka pendek JPFA turun 32,2% YtD menjadi Rp11,20 triliun, sementara liabilitas jangka panjang naik 73,4% YtD menjadi Rp6,11 triliun. Total liabilitas JPFA tercatat sebesar Rp17,31 triliun atau turun 13,6% YoY.

Kemudian, total ekuitas perseroan meningkat 10% YtD menjadi Rp22,02 triliun. Dengan demikian, total aset yang dibukukan JPFA dalam tiga bulan pertama 2026 sebesar Rp39,33 triliun, turun 1,8% YtD.

Manajemen menerangkan, risiko utama yang dihadapi perseroan dalam penerbitan ini adalah risiko nilai tukar, inflasi, risiko produksi, ketersediaan dan fluktuasi harga komoditas bahan baku.

”Risiko lain yang mungkin dihadapi investor pembeli obligasi ini adalah tidak likuidnya obligasi yang ditawarkan dalam penawaran umum ini yang antara lain disebabkan tujuan pembelian obligasi sebagai investasi jangka panjang,” katanya.

Obligasi ini nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, dengan penjamin pelaksana emisi obligasi ini antara lain PT Sucor Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Penjamin emisi obligasi akan ditentukan kemudian.

Jadwal Penerbitan Obligasi JPFA

  • Masa Penawaran Awal : 15 – 22 Juni 2026
  • Tanggal Efektif : 29 Juni 2026
  • Masa Penawaran Umum : 30 Juni – 1 Juli 2026
  • Tanggal Penjatahan : 3 Juli 2026
  • Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 7 Juli 2026
  • Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 7 Juli 2026
  • Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 8 Juli 2026

#jpfa #japfa-comfeed-indonesia #obligasi-jpfa #penerbitan-obligasi-jpfa #obligasi-rp500-miliar #pub-iii-jpfa #penawaran-awal-obligasi-jpfa #surat-utang-jpfa #emiten-poultry #saham-jpfa #refinancing-uta

https://market.bisnis.com/read/20260615/192/1980889/japfa-jpfa-bidik-dana-rp500-miliar-dari-penerbitan-obligasi