Investor Tiongkok Tanam Modal Rp15 Triliun untuk Industri EV di Jateng
Masuknya investasi ke industri manufaktur Jateng membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
(Bisnis.Com) 15/06/26 17:54 250715
Bisnis.com, SEMARANG — Investor asal Tiongkok menyuntikkan dana investasi senilai sekitar Rp15 triliun untuk pengembangan industri kendaraan listrik atau elecric vehicle (EV) di Kawasan Industri Seafer (KIS), Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Industri tersebut diproyeksikan menyerap 10 ribu tenaga kerja.
Suntikan investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT KIS Kendal dengan PT New Generation Mobility (NGM), serta PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC). Penandatanganan kerja sama disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa geliat investasi di Jateng tetap tumbuh di tengah kondisi geopolitik internasional yang kurang kondusif. Masuknya investasi ke industri manufaktur Jateng membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
"Investasi ini sudah mengarah ke teknologi industri terbarukan. Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menetapkan energi terbarukan," ujar Luthfi.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal, Bryan W Sudarwo mengatakan, investasi dari PT NGM dan PT CSECEC akan menumbuhkan kawasan industri yang fokus pada industri elecric vehicle, mulai dari baterai, ban, hingga sparepart kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.
"Semua terintegrasi. Kami akan mengembangkan ini semua dengan restu Gubernur dan Bupati, guna mendukung penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," katanya.
Bryan menambahkan, pengembangan KIS Kendal diproyeksikan akan menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja, dengan prioritas tenaga kerja lokal. Produksi kendaraan listrik di pabrik tersebut juga diupayakan untuk mengopimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50% dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Perwakilan dari PT NGM, Hadi Hartanto mengatakan bahwa pemilihan Jateng sebagai tujuan investasi didasari oleh lokasinya yang strategis di Pulau Jawa.
“Alasan lainnya adalah faktor keamanan sosial. Di Jawa Tengah lebih aman dan tentram. Juga kemudahan perizinan yang bagus," jelasnya.
#investasi-semarang #digitalisasi-aset #optimalisasi-aset-daerah #platform-gemilang #promosi-aset-daerah #potensi-investasi-semarang #central-java-investment-platform #kolaborasi-dpmptsp #pengelolaan-a