Mengenang Oliver Tree Melalui Karya dan Wig Bowl-Cut yang Jadi Ciri Khasnya

Mengenang Oliver Tree Melalui Karya dan Wig Bowl-Cut yang Jadi Ciri Khasnya

Oliver Tree, musisi dan komedian asal AS, meninggal dalam kecelakaan helikopter di Brasil saat tur dunia. Dikenal dengan wig bowl-cut, ia memadukan musik, komedi, dan kritik sosial. Lagu-lagunya seper

(Bisnis.Com) 15/06/26 20:15 250867

Bisnis.com, JAKARTA — Dunia musik kehilangan salah satu suaranya yang paling tak tergantikan. Oliver Tree, penyanyi sekaligus komedian asal Amerika Serikat, dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, pada 14 Juni 2026, di usia 32 tahun.

Oliver tengah berada di Brasil sebagai bagian dari rangkaian tur musik internasionalnya. Kepergiannya yang mendadak membuat jutaan penggemar di seluruh dunia kembali memutar lagu-lagunya, mengingat sosok yang selama bertahun-tahun hadir dengan cara yang tak pernah biasa.

Oliver Tree bukan sekadar penyanyi, ia adalah sebuah karakter penuh komitmen yang dibangun dengan sangat serius di balik fasad kekonyolan. Wig bowl-cut hitam pekat, kumis tebal, kacamata bulat mungil, dan baju yang tidak pernah diganti dari satu penampilan ke penampilan lain.

Semua itu bukan kebetulan, melainkan seni. Ia memadukan musik, komedi, dan kritik sosial menjadi satu ekspresi yang sulit dikategorikan, namun mudah sekali diingat.

Pada 2020, ia bahkan mencatatkan namanya di Guinness World Record untuk skuter dorong terbesar di dunia, sebuah pencapaian absurd yang seolah merangkum seluruh esensi dirinya.

Nama Oliver Tree pertama kali meledak luas ketika "Life Goes On" dari album Ugly Is Beautiful (2020) menjadi salah satu lagu paling banyak beredar di TikTok.

Melodi yang mudah dicerna namun menyimpan rasa getir di baliknya itu seolah menjadi lagu tak lekang waktu, menemani jutaan orang yang sedang belajar melanjutkan hidup di tengah dunia yang berantakan.

Album debut itu bukan hanya memperkenalkan dirinya kepada dunia, tetapi juga menegaskan bahwa Oliver Tree adalah musisi legit yang kebetulan gemar tampil konyol.

Lagu-lagu berikutnya semakin menegaskan identitas musikal Oliver Tree yang unik dan sulit dilupakan. "Alien Boy" menjadi karya paling ikonis dalam kariernya, disusul "Hurt" dan "Miss You" yang memperlihatkan kemampuannya meramu melodi ringan dengan tema-tema emosional seperti kesepian, kehilangan, dan perasaan terasing.

Di sisi lain, "Cash Machine" menunjukkan sisi satir Oliver yang kerap mengkritik budaya populer dan obsesi masyarakat terhadap materi. Deretan lagu tersebut memperlihatkan bahwa di balik persona nyentriknya, Oliver adalah penulis lagu dengan perspektif yang khas.

Sebelum meninggal dunia, ia sempat merilis Love You Madly Hate You Badly pada 2026, melanjutkan perjalanan kreatif yang sebelumnya tertuang dalam Cowboy Tears (2022) dan Alone in a Crowd (2023). Ia juga mendirikan label independen Alien Boy Records dan tengah menjalani tur dunia terbesar sepanjang kariernya saat kecelakaan itu terjadi.

Kini, sosoknya mungkin telah pergi. Namun, warisan yang ia tinggalkan melalui musik, humor, dan karakter yang tak pernah takut tampil berbeda akan terus hidup di telinga para pendengarnya.

#oliver-tree #oliver-tree-meninggal #oliver-tree-musik #oliver-tree-wig #oliver-tree-bowl-cut #oliver-tree-album #oliver-tree-lagu #oliver-tree-komedi #oliver-tree-tiktok #oliver-tree-guinness-record #n-a

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260615/254/1981051/mengenang-oliver-tree-melalui-karya-dan-wig-bowl-cut-yang-jadi-ciri-khasnya