Sekolah Dasar 01 Lambung Bukit Padang Rawan Longsor

Sekolah Dasar 01 Lambung Bukit Padang Rawan Longsor

SDN 10 Lambung Bukit di Padang terancam longsor akibat banjir bandang. Dua kelas rusak dan relokasi direncanakan, namun terkendala lahan. Pemkot dan BWS Sumatra V terlibat.

(Bisnis.Com) 17/06/26 10:54 251864

Bisnis.com, PADANG - Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kota Padang, Sumatra Barat, pada akhir bulan November 2025 lalu masih menyisakan duka bagi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Sampai saat ini, sekolah tersebut masih digunakan, meski dalam ancaman longsor. Pasalnya, jalan di depan sekolah amblas akibat diterjang derasnya banjir yang berada di aliran Sungai Gunung Nago Pauh tersebut.

“Sekolah ini masih digunakan, ada 250 murid di SD 10 Lambung Bukit. Akibat kondisi dampak bencana alam itu, ada dua ruang kelas yang tidak bisa digunakan, karena ada retakan di bagian tanah, ya sekarang di bawah bangunan ruangan yang retak tersebut ada aliran sungainya,” kata Kepala Sekolah, Haryenti saat ditemui Bisnis, Senin (15/6/2026).

Dia menyebutkan dua ruang kelas itu saat ini menjadi gudang untuk sementara waktu, dan kepada para guru dan murid, selalu diawasi, supaya tidak mendekati ke lokasi yang terancam ambruk tersebut.

“Kalau hujan turun lebat, kami harus memulangkan murid lebih cepat dari waktu seharusnya. Cara ini kami lakukan, agar murid tetap aman, mengingat kondisi sekolah lagi tidak aman di bagian depannya,” jelas dia.

Haryenti menyatakan kondisi sekolah itu, sampai saat ini telah mendapat perhatian serius dari Pemkot Padang. Hanya saja, bicara soal daerah aliran sungai dan jalan yang ambruk di depan sekolah, bukanlah kewenangan pihak Pemkot Padang, melainkan kewenangan Kementerian PU yakni Balai Sungai Wilayah (BWS) Sumatra V Padang.

Kendati demikian, khusus untuk posisi sekolah saat ini, kata dia, telah ada kesepakatan untuk merelokasi sekolah, karena relokasi dinilai sebuah solusi yang aman, ketimbang harus bertahan di tepi sungai, yang nyatanya tidak aman lagi untuk ditempati.

“Menurut ketentuan BWS Sumatra V Padang bangunan yang rusak atau berpotensi ambruk, memang tidak diizinkan lagi membangun ulang, karena sesuai dengan ketentuan bahwa 50 meter dari tepi sungai tidak ada bangunan apapun yang berdiri, termasuk untuk bangunan sekolah ini,” sebutnya.

Dia mengatakan terkait relokasi SDN 10 Lambung Bukit itu, pihak sekolah mengusulkan agar bangunannya digeser ke belakang hingga beberapa puluh meter dari keberadaan sekolah saat ini. Namun, kendala yang dihadapi saat ini lahan untuk bangunan relokasi sekolah belum bisa diselesaikan.

“Lahan yang ada di belakang sekolah milik warga, jadi pembahasan lanjutan terkait titik mana mau direlokasi juga belum ditetapkan. Tapi kami dari pihak sekolah berharap, gesek belakang saja, dan bahkan sudah lewati dari 50 meter di tepi sungai nya,” tegas dia.

Haryenti menyatakan kondisi memprihatinkan dari sekolahnya itu, bahkan sudah sering disampaikan oleh orang tua murid. Oleh karena itu, menyikapi hal tersebut, pihak sekolah menjelaskan bahwa proses relokasi masih terus dilakukan. “Kalau bisa cepat relokasinya alhamdulillah, jadi para murid pun bisa sekolah dengan aman,” harap dia.

#sdn-10-lambung-bukit #sekolah-rawan-longsor #relokasi-sekolah-padang #banjir-bandang-padang #sekolah-di-tepi-sungai #ancaman-longsor-sekolah #kondisi-sekolah-padang #relokasi-sdn-10 #sekolah-amblas-pa

https://sumatra.bisnis.com/read/20260617/533/1981282/sekolah-dasar-01-lambung-bukit-padang-rawan-longsor