The Fed Tahan Suku Bunga, Buka Peluang Kenaikan
The Fed pertahankan suku bunga, tapi sinyal kenaikan menguat. Ketua baru, Kevin Warsh, hentikan proyeksi pribadi & fokus tinjau strategi komunikasi bank sentral.
(Kompas.com) 18/06/26 05:18 252733
WASHINGTON, KOMPAS.com - Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya atau Fed Rate pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat perdana yang dipimpin Ketua The Fed Kevin Warsh, Rabu (17/6/2026) waktu setempat.
Meski keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar, bank sentral Amerika Serikat (AS) ini justru mengirim sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi opsi kebijakan ke depan.
Mengutip CNBC International, Kamis (18/6/2026), Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan mempertahankan Federal Funds Rate pada kisaran 3,5 -3,75 persen.
Suku bunga acuan itu telah bertahan di level yang sama sejak The Fed memangkas bunga sebesar 75 basis poin (bps) pada paruh kedua 2025.
Meski keputusan suku bunga kali ini mengikuti pola yang sama seperti rapat-rapat sebelumnya sepanjang tahun, terdapat sejumlah perbedaan penting yang muncul seiring dimulainya kepemimpinan Warsh di bank sentral AS.
Selain mempertahankan suku bunga, para pejabat The Fed juga mengubah proyeksi kebijakan moneter mereka.
Melalui proyeksi suku bunga yang dikenal sebagai “dot plot”, para pembuat kebijakan menghapus proyeksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan suku bunga pada tahun ini dan mulai membuka peluang kenaikan suku bunga.
Warsh tak ikut menyerahkan dot plot
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan kali ini adalah absennya proyeksi pribadi Kevin Warsh dalam Summary of Economic Projections (SEP).
Selama ini, Warsh dikenal sebagai pengkritik dot plot dan berbagai instrumen forward guidance yang digunakan FOMC untuk memberikan petunjuk arah kebijakan ke depan, termasuk proyeksi inflasi, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang tercantum dalam SEP.
Menjelang rapat, para pengamat kebijakan The Fed memang telah memperkirakan Warsh tidak akan menyerahkan proyeksinya.
Bahkan, sebagian pihak menduga ia dapat menghentikan penggunaan instrumen tersebut sepenuhnya.
Dalam konferensi pers setelah pengumuman kebijakan, Warsh mengonfirmasi bahwa dirinya sengaja tidak menyampaikan proyeksi suku bunga pribadi.
Ia juga mengungkapkan tengah membentuk sejumlah satuan tugas untuk meninjau berbagai aspek operasional The Fed.
“Saya tidak menyerahkan dot untuk diri saya sendiri. Menurut saya, itu tidak membantu dalam pelaksanaan kebijakan moneter,” ujar Warsh.
“Saya menduga pada akhir tahun nanti, seperti yang saya sampaikan dalam pernyataan pembuka, akan ada peninjauan terhadap strategi komunikasi secara luas, termasuk konferensi pers, dot plot, rapat, transkrip, risalah rapat, dan hal-hal lainnya.
Ini akan menjadi bagian dari proses tersebut.
Saya tidak ingin mendahului hasil akhirnya, tetapi saya cukup terbuka terhadap berbagai kemungkinan yang dapat dipertimbangkan,” lanjutnya.
Berdasarkan 18 dari 19 proyeksi yang masuk, median perkiraan suku bunga Federal Funds Rate pada akhir 2026 kini berada di level 3,8 persen, naik dari proyeksi 3,4 persen pada Maret.
Angka tersebut menunjukkan mayoritas anggota komite menilai setidaknya satu kali kenaikan suku bunga diperlukan tahun ini.
Pandangan anggota FOMC juga terbelah.
Delapan anggota memperkirakan suku bunga tidak berubah hingga akhir tahun, satu anggota memperkirakan penurunan suku bunga, sedangkan sembilan anggota lainnya memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga.
Selain itu, terdapat satu proyeksi yang tidak muncul dalam perkiraan suku bunga untuk 2028.
AP Photo/Jose Luis Magana Ketua The Federal Reserve Kevin Warsh pilihan Presiden AS Donald Trump.Peluang kenaikan suku bunga
Di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter, para pejabat The Fed juga mengubah pandangan mereka mengenai prospek suku bunga ke depan.
Melalui dot plot terbaru, para pembuat kebijakan menghapus proyeksi satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini.
Sebaliknya, ekspektasi pemangkasan suku bunga bergeser ke 2027 dan 2028 seiring masih tingginya ketidakpastian terkait dampak inflasi akibat perang Iran.
Median proyeksi terbaru menunjukkan suku bunga Federal Funds Rate berada di level 3,8 persen pada akhir 2026 atau sekitar 0,16 poin persentase lebih tinggi dibandingkan level saat ini.
Proyeksi tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga masih menjadi opsi yang terbuka bagi bank sentral AS.
Sementara itu, proyeksi suku bunga jangka panjang tetap dipertahankan pada posisi 3,1 persen.
Para pejabat The Fed juga memperbarui sejumlah proyeksi ekonomi.
Inflasi utama pada 2026 kini diperkirakan mencapai 3,6 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Maret sebesar 2,7 persen.
Adapun inflasi inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi diperkirakan mencapai 3,3 persen, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7 persen.
Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi AS direvisi turun menjadi 2,2 persen atau lebih rendah 0,2 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya.
The Fed juga memangkas proyeksi tingkat pengangguran menjadi 4,3 persen dari sebelumnya 4,4 persen.
Data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) pada Mei mencatat inflasi tahunan sebesar 4,2 persen.
Sementara itu, inflasi inti sebesar 2,9 persen.
Inflasi juga telah berada di atas target 2 persen The Fed selama lima tahun terakhir.
Meski demikian, Warsh menilai inflasi yang dipicu gangguan pasokan tidak selalu harus menjadi dasar utama dalam penentuan kebijakan moneter.
Sejak menjalani proses konfirmasi hingga resmi menjabat sebagai Ketua The Fed pada 22 Mei lalu, Warsh juga berulang kali menyampaikan keyakinannya bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada akhirnya akan membantu menekan inflasi melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi ekonomi.
Namun, peluang penurunan suku bunga masih menghadapi tantangan karena pasar tenaga kerja AS tetap kuat.
Data nonfarm payrolls pada Mei menunjukkan penambahan 172.000 lapangan kerja baru atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di level 4,3 persen dan tidak berubah dalam satu tahun terakhir.
Ekspektasi pasar saat ini juga sejalan dengan pandangan FOMC.
Berdasarkan indikator FedWatch milik CME Group, pasar tidak lagi memperkirakan adanya penurunan suku bunga pada 2026 dan justru mengantisipasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#federal-reserve #suku-bunga-the-fed #kevin-warsh #dot-plot-the-fed
https://money.kompas.com/read/2026/06/18/051859226/the-fed-tahan-suku-bunga-buka-peluang-kenaikan