Harga Aluminium Bergeliat Usai Tensi Dagang AS-China Mendingin

Harga Aluminium Bergeliat Usai Tensi Dagang AS-China Mendingin

Harga aluminium naik ke level tertinggi sejak Mei 2022 setelah ketegangan dagang AS-China mereda, didukung persepsi keterbatasan pasokan dan kesepakatan dagang.

(Bisnis.Com) 03/11/25 15:20 25482

Bisnis.com, JAKARTA — Harga aluminium menanjak ke level tertingginya sejak Mei 2022 seiring dengan kenaikan harga logam dasar dan aset berisiko setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan China mereda.

Berdasarkan data Bloomberg, harga aluminium naik 0,9% menjadi US$2.909,50 per ton di London Metal Exchange hingga pukul 07.18 waktu setempat. Sementara itu, harga tembaga menguat 0,2% menjadi US$10.903,50 per ton atau sedikit di bawah rekor tertingginya di US$11.200.

Perdagangan logam sempat berlangsung volatil pada awal pekan ini, Senin (3/11/2025), sebelum akhirnya menguat bersama pasar saham. Adapun, para investor menimbang langkah selanjutnya setelah gencatan dagang tercapai antara Beijing dan Washington pada pertemuan puncak pekan lalu.

Tak hanya itu, pergerakan harga aluminium dan tembaga juga mendapat dukungan dari persepsi adanya keterbatasan pasokan dalam beberapa bulan terakhir.

Aluminium mencatat kenaikan lebih dari 7% pada Oktober atau menjadi periode kinerja terbaiknya dalam lebih dari satu tahun. Kesepakatan dagang antara AS dan China setidaknya untuk sementara menghilangkan salah satu sumber utama ketidakpastian bagi ekonomi global dan permintaan komoditas. Kedua negara tersebut mencapai kesepahaman luas, di mana sejumlah isu yang masih menjadi perdebatan akan dibahas kembali satu tahun mendatang.

Logam ringan ini juga diuntungkan oleh pasar yang semakin ketat karena produksi China mulai mendekati batas resmi kapasitas industri tersebut. Sementara itu, harga tembaga terdorong oleh gangguan tak terduga di beberapa tambang utama, dari Asia hingga Afrika, dan sempat melonjak ke rekor tertingginya pekan lalu.

Meski demikian, sejumlah risiko masih membayangi, terutama perlambatan momentum ekonomi China. Survei swasta terhadap sektor manufaktur menunjukkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan, menjadi 50,6 pada Oktober. Sementara itu, indeks resmi aktivitas pabrik negara tersebut mencatat penurunan terpanjang dalam lebih dari sembilan tahun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#aluminium-harga #harga-aluminium #aluminium-naik #logam-dasar #aset-berisiko #ketegangan-dagang #as-china #perdagangan-logam #pasar-saham #gencatan-dagang #persepsi-pasokan #kenaikan-aluminium #kesepa

https://market.bisnis.com/read/20251103/94/1925646/harga-aluminium-bergeliat-usai-tensi-dagang-as-china-mendingin