SIG Andalkan AI dan Analitik Data untuk Kelola SDM
PT Semen Indonesia (SIG) mempercepat transformasi pengelolaan SDM dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan analitik data.
(Kompas.com) 22/06/26 06:19 255652
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat transformasi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan analitik data.
Direktur Human Capital SIG Hadi Setiadi mengatakan pengembangan SDM menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan. Langkah tersebut ditempuh agar perusahaan mampu beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh secara berkelanjutan di tengah persaingan industri yang semakin kompleks.
"SIG memandang human capital bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan enabler untuk pertumbuhan kinerja perusahaan," kata Hadi dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2026).
Transformasi tersebut diperkuat melalui pengembangan Strategic Human Capital Information System (HCIS) Framework dan People Analytics. Sistem itu mengintegrasikan strategi pengelolaan SDM dengan proses pengambilan keputusan berbasis data.
Platform tersebut juga didukung teknologi AI yang membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih cepat, akurat, dan sesuai kebutuhan bisnis.
Pada awal 2026, SIG meluncurkan platform digital Elevate yang dikembangkan secara internal. Platform itu digunakan untuk mengelola seluruh siklus kinerja dan pengembangan karyawan.
Fungsinya mencakup penetapan indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI), pemantauan capaian kerja, evaluasi kinerja, hingga perencanaan pembelajaran dan pengembangan talenta.
Digitalisasi pengelolaan SDM juga diperkuat melalui dashboard yang membantu perusahaan memantau dan menganalisis efektivitas pengelolaan biaya. Sistem tersebut juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Pada aspek pengembangan talenta, SIG menerapkan pendekatan yang menghubungkan program pembelajaran dengan kebutuhan kompetensi bisnis.
Perusahaan juga terus mendorong budaya inovasi melalui berbagai program dan kompetisi internal.
Upaya itu membuahkan hasil. Jumlah inovasi yang dihasilkan karyawan meningkat 23 persen menjadi 1.243 inovasi pada 2025. Partisipasi karyawan juga naik 3 persen menjadi 9.376 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami meyakini bahwa lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman merupakan fondasi bagi produktivitas, keterlibatan, dan kinerja yang berkelanjutan. Karena itu, SIG akan terus memperkuat kapabilitas dan produktivitas SDM sebagai penggerak utama pertumbuhan perusahaan," ujar Hadi.
Atas berbagai inisiatif tersebut, SIG meraih tiga penghargaan dengan predikat Excellent, predikat tertinggi dalam ajang Indonesia HR Excellence.
Penghargaan diberikan untuk kategori Learning & Development (L&D), HR Digitalization & People Analytics, serta Wellbeing Management.
Indonesia HR Excellence merupakan ajang apresiasi bagi perusahaan lintas sektor yang dinilai berhasil mengelola SDM secara efektif. Penilaian dilakukan oleh kalangan profesional dan akademisi berdasarkan inovasi, keselarasan dengan strategi bisnis, serta dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang