Peran aktif gen Z dinilai krusial bagi sektor energi nasional

Peran aktif gen Z dinilai krusial bagi sektor energi nasional

Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha menilai peran aktif generasi Z menjadi krusial bagi sektor energi nasional ke depan, khususnya menuju Indonesia ...

(Antara) 22/06/26 09:01 255821

Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha menilai peran aktif generasi Z menjadi krusial bagi sektor energi nasional ke depan, khususnya menuju Indonesia Emas 2045.

"Mengingat energi merupakan fondasi vital bagi sektor industri, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, maka peran aktif gen Z sebagai inovator, profesional, akademisi, maupun pembuat kebijakan sangat krusial dalam menentukan arah kemandirian bangsa," ujarnya dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Menurut dia, menuju momentum bersejarah 100 tahun Kemerdekaan RI pada visi Indonesia Emas 2045, target peningkatan pendapatan per kapita negara menjadi tidak berarti jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang unggul secara individu.

Ia melanjutkan sektor energi nasional, mulai dari industri minyak dan gas bumi, panas bumi, energi surya dan angin, hidrogen, hingga pengelolaan mineral kritis untuk rantai pasok kendaraan listrik, membuka peluang karier yang sangat luas bagi generasi muda.

Saat menjadi pembicara utama dalam perhelatan Education Festival Indonesia 2026 di Kemendiktisaintek, Jakarta, Minggu (21/6), Hangga memaparkan peta jalan strategis bagi generasi muda untuk bertransformasi menjadi calon pemimpin bangsa yang kompetitif di kancah global.

Ia pun mendorong generasi muda khususnya mahasiswa untuk mulai menyusun target capaian untuk jangka waktu 3, 5, hingga 10 tahun ke depan.

Langkah nyata tersebut dapat diinisiasi melalui keterlibatan aktif dalam organisasi, membangun jejaring profesional, magang, serta mencari mentor berpengalaman yang memiliki keselarasan visi dan misi.

"Dunia profesional memiliki budaya dan dinamikanya tersendiri yang sering kali tidak kita dapatkan di dalam ruang kelas perkuliahan. Ketimbang takut pada tantangan dan menganggapnya sebagai beban yang melelahkan, ubah cara pandang untuk melihat tantangan sebagai rintangan yang memacu diri menemukan solusi," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa formula utama untuk menjadi pemimpin masa depan adalah kombinasi dari tiga pilar esensial, yakni pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (character).

"Kompetensi teknis mungkin membuat kita diterima di suatu industri, namun integritas dan karakter kuatlah yang membuat kita dipercaya," ujar Hangga.

Lebih lanjut, Hangga menyoroti laju perubahan dunia yang bergerak jauh lebih cepat akibat intervensi artificial intelligence (AI) dan ekonomi digital.

Di lingkungan Kementerian ESDM, teknologi AI tingkat lanjut telah diadopsi secara nyata untuk memperkuat manajemen keselamatan kerja di lapangan hingga mendeteksi potensi kebocoran fasilitas kilang.

Tantangan pemerataan infrastruktur listrik dan internet yang masih dihadapi di berbagai daerah di Indonesia harus dijadikan pemacu bagi gen Z untuk terus berinovasi mengejar ketertinggalan teknologi global, sekaligus beradaptasi menghadapi dampak perubahan iklim dan pemanasan global melalui akselerasi energi baru dan terbarukan (EBT).

Hangga juga mengajak seluruh peserta untuk menerapkan prinsip learn, create, and shine, serta membangun personal branding dan reputasi positif melalui rekam jejak digital yang berintegritas.

"Generasi muda jangan takut gagal atau ragu melangkah keluar dari zona nyaman demi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan NKRI," katanya.

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

#energi #generasi-z #gen-z #indonesia-emas

https://www.antaranews.com/berita/5617304/peran-aktif-gen-z-dinilai-krusial-bagi-sektor-energi-nasional