APPBI: Daya beli masyarakat perlu dijaga di tengah situasi global
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Wijaya mengatakan pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat di tengah pengaruh ...
(Antara) 22/06/26 17:46 256516
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Wijaya mengatakan pemerintah perlu menjaga daya beli masyarakat di tengah pengaruh ekonomi global yang tengah terjadi saat ini, melalui berbagai program yang mendukung dalam pemulihan ekonomi nasional.
“Pemerintah harus tetap memberikan prioritas utama terhadap berbagai program untuk memulihkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat konsumsi masyarakat adalah merupakan salah satu pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia,” kata Alphonzus dalam keterangan yang diterima ANTARA, di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan program pemerintah baik di pusat maupun daerah seperti program Wonderful Indonesia Gastronomy dari Kementerian Pariwisata, Jakarta Great Sale oleh Pemerintah Daerah Jakarta, Solo Raya Great Sale, Surabaya Shopping Festival dan lainnya, dapat membantu memulihkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan untuk mendorong perekonomian negara.
Alphonzus mengatakan kondisi industri usaha ritel di Indonesia pada triwulan kedua dan ketiga tahun ini berada dalam periode low season pascaRamadhan dan Idul Fitri yang datang lebih awal yaitu pada triwulan pertama.
Periode low season tahun ini juga menurut Alphonzus, menghadapi tantangan yang lebih berat sehubungan dengan dampak global terutama akibat perang di Timur Tengah yang masih penuh dengan ketidakpastian.
Keadaan ini juga berdampak pada peningkatan harga barang atau produk di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih belum pulih khususnya bagi kalangan kelas menengah bawah.
“Dampak global yang saat ini harus dihadapi industri usaha ritel adalah lonjakan kenaikan biaya energi dan nilai tukar mata uang yang berimbas terhadap peningkatan biaya logistik dan biaya operasional serta biaya produksi yang berpotensi meningkatnya harga barang ataupun produk,” katanya.
Menghadapi periode ini maka pusat perbelanjaan mengadakan beberapa program acara dan promo belanja baik yang berskala nasional maupun regional, yang memanfaatkan momen liburan sekolah, atau HUT Kemerdekaan RI.
Namun penyelenggaraan berbagai program belanja tersebut bukan solusi utama dalam mengatasi permasalahan daya beli masyarakat, melainkan solusi sementara yang bisa dilakukan agar daya belanja masyarakat dapat tetap dijaga.
Meskipun begitu, Alphonzus mengatakan sampai saat ini rata - rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan relatif masih stabil karena sifat masyarakat Indonesia dengan budaya senang berkumpul dalam berbagai kondisi dan situasi namun tetap terlihat pola belanja yang berubah.
“Rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada periode low season tentunya tidak setinggi ataupun sebanyak pada saat periode peak season dan hal tersebut adalah juga wajar adanya,” katanya.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
#ekonomi-global #industri-ritel #pusat-perbelanjaan #daya-beli-masyarakat