Pemerintah Pastikan Akreditasi Internasional 10 Kampus Baru Berjalan Bertahap

Pemerintah Pastikan Akreditasi Internasional 10 Kampus Baru Berjalan Bertahap

Pemerintah akan mengakreditasi internasional 10 kampus baru secara bertahap, fokus pada kualitas pendidikan dan riset dengan dukungan mitra global seperti Imperial College.

(Bisnis.Com) 23/06/26 08:55 256944

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa proses akreditasi internasional untuk kampus-kampus baru di bidang kedokteran dan sains akan dilakukan secara bertahap.

Hal itu disampaikan Brian usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026), terkait rencana pembangunan 10 universitas baru dengan dukungan mitra perguruan tinggi kelas dunia, termasuk Imperial College London.

Brian mengatakan kampus baru tidak dapat langsung memperoleh akreditasi internasional karena harus melalui tahapan akademik, termasuk meluluskan mahasiswa terlebih dahulu.

"Oh ya bertahap pasti ya, kan kampus baru terbentuk, kan harus ada lulusan. Tapi kan bentuknya kita ini kerja sama strategic partnership, sehingga lebih kepada kualitas dan substansinya begitu, bukan administratif," kata Brian.

Dia menjelaskan kerja sama dengan mitra internasional akan difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dan riset, bukan semata aspek administratif akreditasi.

Terkait kurikulum, Brian menyebut mitra internasional akan memberi pendampingan dalam pengembangan program pendidikan, khususnya bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

"Kurikulumnya nanti akan dibantu, di-guide oleh mitra-mitra kampus yang salah satunya tadi Imperial College. Jadi kualitas pengajaran, kualitas penelitian, nanti membantu juga pelatihan-pelatihan untuk dosennya," ujarnya.

Menurutnya, dampak kerja sama ini tidak hanya untuk kampus baru, tetapi juga perguruan tinggi lain di Indonesia.

"Dan tentu ini pastinya akan juga dirasakan oleh kampus-kampus yang lain," katanya.

Brian juga menyampaikan bahwa lokasi 10 universitas baru masih belum ditentukan dan masih dalam tahap kajian, termasuk soal kesiapan lahan dan kebutuhan daerah.

"Itu belum, yang di mana itu belum semuanya. Masih belum ditentukan, itu masih menunggu proses terkait dengan kesediaan lahan, lokasi mana yang paling membutuhkan, dan sebagainya. Tapi itu nanti diumumkan berikutnya," ujarnya.

Terkait kemungkinan keterlibatan Universitas Pertahanan (Unhan), Brian menegaskan seluruh perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja sama dengan mitra internasional.

"Semua kampus tentu terbuka ya untuk dilakukan kerja sama. Ini kan mereka profesor-profesor kelas dunia, misalnya tadi Imperial College peringkat dua itu kan sayang kalau tidak dimanfaatkan," katanya.

Ia menambahkan, seluruh kampus nantinya dapat ikut dalam program kemitraan tersebut.

"Semua kampus. Jadi nanti kita akan undang kampus-kampus mana yang bisa terlibat, yang tertarik untuk ikut," ujar Brian.

#akreditasi-internasional #kampus-baru #pendidikan-tinggi #mitra-internasional #kualitas-pendidikan #riset-pendidikan #program-pendidikan-stem #imperial-college-london #kerja-sama-internasional #univer

https://kabar24.bisnis.com/read/20260623/15/1982587/pemerintah-pastikan-akreditasi-internasional-10-kampus-baru-berjalan-bertahap