Indef: Bunga PNM Mekaar 8 persen dorong usaha ultramikro naik kelas

Indef: Bunga PNM Mekaar 8 persen dorong usaha ultramikro naik kelas

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai penurunan bunga pembiayaan PNM Mekaar menjadi 8 persen per ...

(Antara) 23/06/26 17:37 257619

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai penurunan bunga pembiayaan PNM Mekaar menjadi 8 persen per tahun dapat mendorong usaha ultramikro naik kelas menuju pembiayaan formal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut dia, penurunan bunga tersebut berpotensi meningkatkan minat pelaku usaha ultra mikro untuk masuk ke pembiayaan formal karena selisih biaya dengan kredit perbankan menjadi semakin kecil.

“Jika dikelola dengan baik, PNM Mekaar dapat menjadi jembatan inklusi keuangan yang lebih efektif sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman informal yang biayanya jauh lebih mahal,” kata Rizal saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

PNM Mekaar merupakan layanan pinjaman modal usaha tanpa agunan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), bagian dari BRI Group, untuk para pelaku usaha ultramikro yang berasal dari keluarga prasejahtera, terutama perempuan, dan belum bankable atau memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank.

Rizal menilai banyak pelaku usaha ultramikro masih berada pada tahap belum bankable sehingga membutuhkan proses bertahap untuk dapat mengakses layanan perbankan formal.

Dengan kondisi tersebut, penurunan bunga dinilai dapat memperkuat peran Mekaar sebagai pintu masuk awal yang menghubungkan pelaku usaha ultra mikro dengan sistem keuangan formal melalui pembiayaan dan pendampingan usaha.

Meski demikian, Rizal menegaskan bahwa akses ke KUR maupun perbankan tidak hanya ditentukan oleh tingkat bunga, tetapi juga kesiapan administrasi usaha, literasi keuangan, serta rekam jejak usaha.

Menurut dia, tanpa penguatan aspek tersebut, penurunan bunga saja tidak cukup untuk memastikan pelaku usaha benar-benar naik kelas ke sistem pembiayaan yang lebih besar.

Ia menambahkan penguatan pendampingan dan kapasitas usaha menjadi kunci agar transisi dari Mekaar ke pembiayaan formal dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Rizal menilai penurunan bunga Mekaar tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha ultramikro, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta perluasan inklusi keuangan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas eksekusi.

Ia menekankan bahwa akses modal memang penting, tetapi yang lebih menentukan adalah kemampuan usaha untuk tumbuh dan naik kelas.

Untuk itu, ia menyebut indikator keberhasilan dari kebijakan ini tidak hanya dilihat dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga peningkatan omzet, produktivitas, penciptaan lapangan kerja, tingkat kelulusan nasabah ke pembiayaan formal yang lebih besar, serta penurunan tingkat kemiskinan pada kelompok penerima manfaat.

Pemerintah mengumumkan untuk menurunkan suku bunga PNM Mekaar dari kisaran 18-25 persen menjadi 8 persen dalam rapat koordinasi Optimalisasi Kredit Program Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6).

Pemerintah memberikan subsidi sekitar 10 persen sehingga bunga pinjaman turun menjadi 8 persen bagi sekitar 10–15 juta nasabah PNM Mekaar.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#pnm-mekaar #pembiayaan-ultramikro #umkm #indef

https://www.antaranews.com/berita/5619725/indef-bunga-pnm-mekaar-8-persen-dorong-usaha-ultramikro-naik-kelas