Trip.com Ungkap Jakarta, Semarang, & Surabaya Catat Pertumbuhan Positif Tren Bleisure di Indonesia
Tren bleisure di Indonesia meningkat, dengan Jakarta, Semarang, dan Surabaya mencatat pertumbuhan positif. Profesional sering memperpanjang perjalanan bisnis untuk rekreasi.
(Bisnis.Com) 24/06/26 11:22 258245
Bisnis.com, JAKARTA - Tren bleisure di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam beberapa waktu terakhir, seiring meningkatnya mobilitas perjalanan yang dilakukan oleh pelaku bisnis maupun pekerja profesional.
Bleisure adalah istilah yang menggabungkan kata business (bisnis) dan leisure (rekreasi atau liburan). Ini merujuk pada praktik di mana seseorang memperpanjang perjalanan dinas atau kerja mereka untuk menikmati waktu luang, berwisata, atau bersantai di destinasi tujuan.
General Manager Trip.com Indonesia, Krishna Arya, mengatakan bahwa saat ini banyak profesional, baik dari dalam maupun luar negeri, ketika melakukan perjalanan bisnis sering membawa serta keluarga mereka.
Umumnya, para pelaku bisnis akan mengadakang agenda rapat atau pertemuan pada hari kerja. Kemudian, setelah urusan pekerjaan selesai, mereka akan menikmati wisata bersama di akhir pekannya.
Menurutnya, tren ini mulai menunjukkan peningkatan yang semakin masif di sejumlah kota di Indonesia, seiring berkembangnya pola perjalanan yang menggabungkan kepentingan bisnis dan rekreasi.
"Jakarta jadi salah satunya. Dari data kami, sekitar 30 persen perjalanan di Jakarta berasal dari Trip Business corporate rates," katanya saat group media interview di Swissotel PIK Avenue, Selasa, (23/6/2026)
Kemudian, sejumlah kota lain yang juga menunjukkan kecenderungan serupa dalam pola perjalanan bisnis sekaligus wisata adalah Semarang dan Surabaya. Menurutnya, ketiga kota tersebut memiliki potensi yang sangat tinggi dalam mengembangkan tren bleisure.
Krishna menyebut, segmen bleisure di tiga kota tersebut tergolong cukup besar karena didukung oleh keberadaan jaringan korporasi yang kuat di masing-masing wilayah.
Saat ini, katanya, banyak perusahaan besar atau top Fortune companies yang memiliki kantor cabang di Jakarta, fasilitas produksi di Semarang, serta unit atau cabang lainnya di Surabaya.
Dengan struktur bisnis tersebut, para profesional di perusahaan-perusahaan ini secara otomatis melakukan perjalanan secara berkelanjutan ke berbagai kota, mulai dari Jakarta, kemudian ke Semarang, hingga Surabaya, sesuai dengan kebutuhan koordinasi dan operasional antar cabang.
"Biasanya mereka datang ke Jakarta terlebih dahulu untuk melakukan pertemuan. Setelah pertemuan, mereka mendapatkan berbagai takeaways, menyusun rencana yang akan dilakukan, melakukan konsolidasi, serta implementasi di cabang-cabang di daerah." imbuhnya.
Krishna mengatakan salah satu daya tarik ekonomi dari dari segmen bleisure ialah dari durasi perjalanan bisnis yang cenderung lebih panjang dibandingkan pola perjalanan pada umumnya. Dalam banyak kasus, pelaku perjalanan tidak hanya berada di satu kota dalam waktu singkat, tetapi menjalani rangkaian agenda kerja yang berkelanjutan di berbagai lokasi.
Durasi tersebut dapat berlangsung minimal selama satu minggu, dan dalam kondisi tertentu bisa mencapai satu bulan hingga bahkan tiga bulan, tergantung pada kebutuhan proyek, koordinasi antar cabang, maupun agenda bisnis yang harus diselesaikan.
Dengan demikian, durasi perjalanan yang relatif panjang tersebut turut berdampak pada tingginya pengeluaran selama perjalanan bisnis berlangsung. Semakin lama pelaku perjalanan berada di suatu destinasi, semakin besar pula kebutuhan biaya yang dikeluarkan untuk akomodasi, transportasi, dan kebutuhan harian lainnya.
#jakarta-bleisure #semarang-bleisure #surabaya-bleisure #tren-bleisure-indonesia #perjalanan-bisnis-indonesia #bleisure-trip #bleisure-travel #bisnis-dan-rekreasi #bleisure-jakarta #bleisure-semarang #n-a