Laba Naik 33 Persen Jadi Rp 1 Kuadriliun, Kenapa Meta Masih PHK 8.000 Karyawan?

Laba Naik 33 Persen Jadi Rp 1 Kuadriliun, Kenapa Meta Masih PHK 8.000 Karyawan?

Facebook memecat 8.000 karyawan setelah melaporkan kenaikan laba sebesar 33 persen per April 2026 menjadi Rp 1 kuadriliun.

(Kompas.com) 24/06/26 14:07 258437

KOMPAS.com - Facebook atau yang dikenal sebagai Meta Platforms, Inc memecat 8.000 karyawannya walau laba perusahaan naik 33 persen jadi 56,3 miliar dollar AS (Rp 1 kuadriliun, kurs Rp 17.955) per bulan April 2026.

"Seminggu sebelum laporan pendapatan, Meta telah memberitahukan sekitar 8.000 karyawan bahwa mereka akan kehilangan pekerjaan," jelas MoneyWise, Selasa (23/6/2026).

Pendapatan sebesar itu yang tertinggi yang pernah dihasilkan Meta dalam tiga bulan. Perusahaan ini menjalankan salah satu bisnis periklanan paling efisien di dunia, lebih dari 55 miliar dollar AS (Rp 986 triliun) dari total pendapatan kuartal pertama berasal dari iklan, dengan peningkatan 19 persen dalam tayangan iklan dan lonjakan 12 persen dalam harga rata-rata per iklan.

Di saat 8.000 karyawannya dipecat, ada enam eksekutif senior Meta mendapat paket saham dari perusahaan cukup besar.

Bagi-bagi saham

Meta membagikan saham kepada enam eksekutif seniornya senilai 921 juta dollar AS (Rp 16,5 triliun) per masing-masing orang.

"Perusahaan tersebut diam-diam memberikan paket saham kepada enam eksekutif senior yang nilainya bisa mencapai 921 juta per masing-masing," jelas MoneyWise.

Keuntungan Meta memang naik, tapi 8,03 miliar dollar AS (Rp 144 triliun) mesti disetor ke Pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai pajak sesuai Undang-Undang One Big Beautiful Bill.

Keuntungan Meta berkurang di sini karena dengan begitu harga per lembar sahamnya di angka 7,31 dollar AS (Rp 131.166) saja.

Angka ini tak memuaskan, sehingga perusahaan tetap dianggap untuk tipis, bukan lonjakan 33 persen. Namun, pemecatan karyawan ini tak mempengaruhi ekspansi Facebook ke depannya.

Fokus dua hal

Facebook akan fokus dua hal untuk memperluas ekspansinya.

Pertama, pemanfaatan AI, dan kedua, membangun generasi media sosial.

"Saat kami memikirkan 20 tahun ke depan, kami fokus pada dua hal besar : membangun generasi media sosial berikutnya untuk kaum muda dan memanfaatkan kemampuan produk baru yang didukung oleh AI," jelas about.fb.com (2024).

Selain itu, mereka menyasar kaum muda untuk terus bereksplorasi di sana dimana 40 juta pemuda-pemudi di Kanada dan AS masih setia menggunakan Facebook.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#facebook #pecat-karyawan #meta #karyawan

https://money.kompas.com/read/2026/06/24/140700626/laba-naik-33-persen-jadi-rp-1-kuadriliun-kenapa-meta-masih-phk-8000-karyawan