Investor China Bidik PLTA 500 MW di Ogan Komering Ulu Selatan
Investor China, Sichuan Yoachuan, berencana membangun PLTA 200-500 MW di OKU Selatan, Sumsel, dengan dukungan pemerintah untuk energi terbarukan.
(Bisnis.Com) 25/06/26 08:53 259180
Bisnis.com, PALEMBANG — Minat investor asing terhadap sektor energi baru terbarukan di Sumatra Selatan (Sumsel) kembali menguat. Investor asal China, Sichuan Yoachuan Electric Power Development Co., Ltd., menjajaki investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 200—500 megawatt (MW).
Rencana investasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Sumsel Herman Deru dan jajaran investor China di Palembang, Rabu (24/6/2026) kemarin.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, Sumsel memiliki potensi sumber daya air yang besar untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.
Menurutnya, investasi di sektor ketenagalistrikan menjadi salah satu kebutuhan strategis seiring meningkatnya kebutuhan energi dan aktivitas industri di wilayah tersebut.
"Pengembangan energi bersih seperti PLTA memiliki prospek yang baik karena didukung potensi sumber daya alam yang memadai dan keberlanjutan pasokan air," ujarnya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Dia menilai keberhasilan pengoperasian pembangkit listrik tenaga minihidro di Kota Pagar Alam menjadi bukti bahwa investasi energi terbarukan dapat berjalan optimal di Sumsel.
Dalam pertemuan tersebut, Deru juga menegaskan tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah bagi calon investor.
Pertama, percepatan proses perizinan melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kedua, pemanfaatan tenaga kerja lokal yang dibarengi dengan transfer teknologi dari tenaga ahli asing. Ketiga, komitmen terhadap aspek lingkungan, khususnya menjaga kawasan hulu dan tutupan hutan yang menjadi sumber keberlanjutan debit air.
"Kelestarian lingkungan menjadi syarat utama agar manfaat ekonomi dan energi yang dihasilkan dapat berlangsung dalam jangka panjang," kata Deru.
Proyek PLTA yang akan dikembangkan PT Midigio tersebut berlokasi di Desa Negeri Cahaya, Kecamatan Beringin, OKU Selatan. Groundbreaking proyek dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dengan target penyelesaian sekitar 15 bulan.
Menurutnya, tambahan pembangkit baru akan semakin memperkuat sistem kelistrikan Sumsel yang selama ini relatif stabil.
“Seperti saat terjadi gangguan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah Sumatra beberapa waktu lalu, pasokan listrik di Sumsel masih dapat terjaga dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Chairman Yoachuan Group Sun Mei mengatakan Indonesia, khususnya Sumsel, menjadi salah satu wilayah yang menarik untuk pengembangan investasi energi baru terbarukan.
Perusahaannya memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan proyek ketenagalistrikan di China dan melihat peluang besar untuk memperluas investasi di Indonesia.
"Kami berharap mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan agar rencana investasi ini dapat berjalan lancar," ujarnya.
Selain proyek yang segera dibangun di OKU Selatan, Yoachuan Group juga menyiapkan rencana investasi jangka menengah selama lima hingga sepuluh tahun ke depan.Dalam periode tersebut, perusahaan membidik pengembangan PLTA berkapasitas 200 MW hingga 500 MW di Sumsel.
Jika terealisasi, investasi tersebut berpotensi menambah kapasitas energi bersih di Sumsel sekaligus memperkuat posisi provinsi tersebut sebagai salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Sumatra.
#plta-sumsel #investor-china #energi-terbarukan #pembangkit-listrik-tenaga-air #oku-selatan #investasi-energi #sumatra-selatan #proyek-plta #tenaga-kerja-lokal #transfer-teknologi #kelestarian-lingkung