Menko PM: Kolaborasi jadi kunci penguatan ekonomi berbasis lokal

Menko PM: Kolaborasi jadi kunci penguatan ekonomi berbasis lokal

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat ...

(Antara) 25/06/26 19:25 259986

Banyumas (ANTARA) - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi berbasis lokal dan mendorong kemandirian masyarakat melalui pengembangan kawasan berbasis ekspor.

"Kolaborasi yang lebih produktif menjadi ekosistem yang mampu menumbuhkembangkan potensi sumber daya alam dan pelaku ekonomi berbasis lokal, sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat," katanya saat peluncuran Pilot Project Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.

Menurut dia, program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan komoditas ekspor.

Muhaimin mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis kawasan sekaligus mengatasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha lokal.

Salah satu tantangan yang dihadapi, kata dia, adalah ketergantungan terhadap bahan baku impor yang masih cukup tinggi, termasuk pada sektor peternakan.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatan sumber daya lokal melalui berbagai inovasi, termasuk penerapan ekonomi sirkular.

"Ketergantungan terhadap impor sudah harus diakhiri. Memang tidak mudah mengubah pola yang selama ini bergantung pada barang impor, tetapi kita harus mulai membangun kemandirian dengan memanfaatkan potensi yang kita miliki," katanya.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi karena didukung sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan usaha masyarakat.

Muhaimin juga menekankan pentingnya penguatan industrialisasi berbasis potensi daerah agar produk lokal memiliki nilai tambah lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar global.

"Saya yakin dan optimistis jika kita terus bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun kemandirian, maka kita akan mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung kepada negara mana pun," katanya.

Pada kesempatan itu, dia mengharapkan model pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan ekspor yang dikembangkan di Banyumas dapat direplikasi di daerah lain sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ditemui usai acara, Muhaimin mengatakan pemerintah saat ini tengah memperkuat program percontohan berbasis potensi ekonomi lokal melalui kolaborasi yang lebih produktif antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga pendukung.

Menurut dia, salah satu fokus penguatan ekosistem tersebut adalah peningkatan kualitas dan standardisasi produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

"Termasuk bagaimana intervensi pemerintah agar gula kelapa ini semakin banyak produksinya, semakin besar ekspornya, dan semakin terjaga kualitasnya," katanya.

Ia menjelaskan salah satu mata rantai yang perlu diperkuat adalah dukungan riset dan laboratorium guna menjamin mutu produk sesuai standar negara tujuan ekspor, termasuk untuk sertifikasi gula organik.

Muhaimin mengatakan pemerintah akan terus hadir untuk menutup berbagai celah yang menghambat produktivitas sehingga ekosistem ekonomi lokal dapat berkembang lebih optimal.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Banyumas yang selama puluhan tahun mempertahankan usaha gula kelapa sebagai komoditas ekspor unggulan daerah dan berharap produktivitas serta nilai ekspornya terus meningkat.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengaduk adonan gula kelapa dalam peluncuran Pilot Project Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026) sore. ANTARA/Sumarwoto

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#menko-pemberdayaan-masyarakat #muhaimin-iskandar #ekosistem-pemberdayaan-masyarakat

https://www.antaranews.com/berita/5623087/menko-pm-kolaborasi-jadi-kunci-penguatan-ekonomi-berbasis-lokal