Harga Minyak Turun ke Level Sebelum Perang Iran, Lalu Lintas Selat Hormuz Mulai Pulih

Harga Minyak Turun ke Level Sebelum Perang Iran, Lalu Lintas Selat Hormuz Mulai Pulih

Harga minyak turun ke level sebelum perang Iran karena lalu lintas di Selat Hormuz mulai pulih setelah AS dan Iran menandatangani MoU untuk mengakhiri konflik.

(Bisnis.Com) 26/06/26 07:41 260256

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia turun dan kembali ke level sebelum perang Iran setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur distribusi energi paling strategis di dunia, mulai berangsur pulih.

Berdasarkan data Oil Price, Jumat (26/6/2026), harga minyak mentah acuan global Brent melemah 0,33% atau 0,25 poin ke posisi US$75,01 per barel pada pukul 07.27 WIB.

Sementara itu, harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,25% atau 0,18 poin ke level US$71,74 per barel.

Melansir BBC, harga minyak mentah Brent sempat merosot ke bawah US$72,48 per barel, atau setara dengan level sehari sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

harga energi mengalami volatilitas tinggi sejak Iran merespons serangan tersebut dengan menutup secara efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Namun, harga minyak mulai bergerak turun tajam setelah AS dan Iran menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada 17 Juni. Kesepakatan itu menetapkan masa negosiasi selama 60 hari terkait program nuklir Teheran serta berbagai langkah untuk mengakhiri perang.

Meski demikian, Direktur Regional Timur Tengah dan Afrika Economist Intelligence Unit, Pratibha Thaker, mengingatkan bahwa risiko di kawasan masih tetap tinggi.

"Pasar masih terus mencermati perkembangan di kawasan tersebut, dan setiap ketegangan yang kembali meningkat dapat dengan cepat mendorong harga minyak naik lagi," ujar Pratibha Thaker.

Perwakilan AS dan Iran bertemu di Swiss pada akhir pekan lalu untuk membahas upaya mengakhiri perang. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan AS untuk mencabut sebagian sanksi terhadap ekspor minyak Iran.

Berdasarkan data perusahaan intelijen maritim Kpler, jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz meningkat signifikan sejak MoU ditandatangani.

Data terbaru menunjukkan sebanyak 284 kapal melintasi selat tersebut sejak 18 Juni, sehari setelah kesepakatan dicapai. Kendati demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata sebelum konflik yang mencapai sekitar 138 pelayaran per hari.

Kpler menyebut kapal-kapal yang melintas dalam beberapa hari terakhir mengangkut minyak mentah, liquefied natural gas (LNG), pupuk, serta berbagai komoditas lainnya.

Dalam pernyataan bersama pada Senin, Qatar dan Pakistan selaku mediator mengungkapkan bahwa AS dan Iran juga telah membentuk jalur komunikasi untuk mencegah kesalahpahaman dengan tujuan menjamin keselamatan pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Chief Executive Marisks, Dimitris Maniatis, mengatakan terjadi perubahan yang sangat signifikan dengan semakin banyak kapal yang kembali menggunakan Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, sejumlah kapal kini dapat melintasi jalur utara dengan izin dari otoritas Iran.

Di sisi lain, Angkatan Laut AS juga telah mengeluarkan panduan bagi kapal-kapal untuk menggunakan jalur selatan yang dinilai aman dari ranjau maupun hambatan lain yang muncul sejak perang berlangsung.

Meski aktivitas pelayaran mulai meningkat, jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz masih berada di bawah kondisi sebelum perang ketika lebih dari 100 kapal melintas setiap hari.

Ratusan kapal lainnya juga masih tercatat menunggu di kawasan Teluk.

#harga-minyak #minyak-dunia #selat-hormuz #harga-minyak-mentah #minyak-mentah-brent #minyak-mentah-wti #harga-energi #perang-iran #selat-hormuz-pulih #harga-minyak-turun #harga-minyak-global #distribus

https://market.bisnis.com/read/20260626/94/1983460/harga-minyak-turun-ke-level-sebelum-perang-iran-lalu-lintas-selat-hormuz-mulai-pulih