PBB Tunda Evakuasi Kapal di Selat Hormuz usai Serangan di Oman

PBB Tunda Evakuasi Kapal di Selat Hormuz usai Serangan di Oman

Serangan kapal di Teluk Oman membuat PBB menunda evakuasi kapal di Selat Hormuz, sementara ketegangan dengan Iran kembali meningkat.

(Kompas.com) 26/06/26 10:18 260439

KOMPAS.com – Badan maritim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), International Maritime Organization (IMO), menangguhkan sementara rencana evakuasi kapal dan awak kapal yang masih terjebak di kawasan Teluk Timur Tengah setelah sebuah kapal kontainer diserang di Teluk Oman, Kamis (25/6/2026).

Dilansir dari CNBC, keputusan itu diambil menyusul insiden sebuah kapal kontainer yang terkena proyektil tak dikenal di dekat pesisir Oman. Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada CNBC bahwa Iran berada di balik serangan tersebut.

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, mengatakan penghentian sementara dilakukan untuk memastikan kembali bahwa jaminan keselamatan bagi seluruh kapal yang akan dievakuasi masih tetap tersedia.

"Rencana evakuasi akan dihentikan sementara guna memastikan kembali bahwa seluruh jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku bagi kapal-kapal yang masuk dalam daftar evakuasi kami maupun seluruh kapal yang berada di kawasan tersebut," kata Dominguez dalam pernyataannya.

Sementara itu, pejabat AS mengatakan pemerintah masih menyelidiki laporan mengenai serangan tersebut.

"Kami mengetahui laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan. Presiden Trump telah menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengganggu kelancaran arus pelayaran di Selat Hormuz," ujar pejabat itu.

Rencana evakuasi kapal dihentikan sementara

Program evakuasi IMO baru diluncurkan pada Selasa (23/6/2026). Inisiatif itu ditujukan untuk membantu ratusan kapal beserta ribuan awak kapal yang masih tertahan di kawasan Teluk Timur Tengah agar dapat keluar dengan aman.

Dalam skema tersebut, kapal dapat melintas melalui dua jalur, yakni rute utara melewati perairan Iran atau rute selatan melalui perairan Oman yang berada di bawah pengawasan Amerika Serikat.

Rencana itu muncul setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara yang menghentikan permusuhan selama 60 hari sembari melanjutkan perundingan menuju kesepakatan damai permanen.

Kesepakatan tersebut sempat mendorong perusahaan pelayaran kembali melintasi Selat Hormuz, meski lalu lintas kapal masih jauh di bawah kondisi sebelum perang.

Data Lloyd\'s List Intelligence menunjukkan sebanyak 125 kapal melintasi Selat Hormuz dalam sepekan setelah gencatan senjata. Jumlah tersebut menjadi tingkat pelayaran mingguan tertinggi sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Iran tolak rute selatan yang disetujui IMO

Sehari sebelum insiden penyerangan kapal, militer Iran memperingatkan seluruh kapal agar tidak menggunakan jalur selatan yang disetujui IMO.

Teheran menegaskan bahwa setiap jalur pelayaran baru di Selat Hormuz yang dibentuk tanpa persetujuan Iran merupakan langkah yang "tidak dapat diterima dan berbahaya".

Pernyataan itu mencerminkan upaya Iran memperkuat kendalinya atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan energi dunia.

Menurut data Lloyd\'s, sedikitnya dua kapal bahkan berbalik arah ketika hendak keluar dari Teluk Timur Tengah setelah Iran meminta seluruh kapal menggunakan rute yang telah disetujui pemerintahnya.

Kedua kapal tersebut sebelumnya melintas melalui jalur selatan yang berada paling dekat dengan pesisir Oman.

Kapal Evergreen yang diserang tidak ikut program evakuasi

Kapal yang menjadi sasaran serangan diketahui berbendera Singapura dan dimiliki perusahaan pelayaran raksasa Evergreen.

Namun, Dominguez menegaskan kapal tersebut tidak berlayar menggunakan kerangka evakuasi yang telah disusun IMO.

Hingga berita ini ditulis, Evergreen maupun Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura serta Kementerian Luar Negeri Singapura belum memberikan tanggapan.

Penangguhan sementara program evakuasi ini menambah ketidakpastian bagi pelayaran di Selat Hormuz.

Meskipun aktivitas kapal mulai meningkat setelah kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, situasi keamanan di jalur pelayaran vital tersebut masih dinilai belum sepenuhnya stabil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#amerika-serikat #pbb #teluk-oman #kapal-kontainer #kapal-tanker #selat-hormuz

https://money.kompas.com/read/2026/06/26/101806626/pbb-tunda-evakuasi-kapal-di-selat-hormuz-usai-serangan-di-oman