Pemprov Aceh Surati Prabowo, Minta Gas Blok Andaman Diolah di KEK Arun

Pemprov Aceh Surati Prabowo, Minta Gas Blok Andaman Diolah di KEK Arun

Pemerintah Aceh akan menyurati Presiden Prabowo agar gas Blok Andaman diolah di KEK Arun Lhokseumawe untuk mendorong hilirisasi.

(Kompas.com) 26/06/26 15:35 260770

KOMPAS.com – Pemerintah Aceh akan menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mengusulkan agar cadangan gas dari Blok Andaman diolah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat yang membahas pengembangan migas Blok Andaman di Banda Aceh, Jumat (27/6/2026).

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir mengatakan rapat menghasilkan dua keputusan utama.

"Rapat menyimpulkan dua poin pokok yaitu, Gubernur Aceh menyurati Presiden Prabowo agar migas Blok Andaman menjadi daya dorong hilirisasi di KEK Arun, dan kedua mengundang Mubadala Energy serta SKK Migas ke Aceh,” kata M Nasir.

Menurut Nasir, pengolahan gas di KEK Arun Lhokseumawe sejalan dengan agenda pemerintah pusat.

Ia menyebut pengembangan KEK Arun Lhokseumawe telah masuk dalam 77 Proyek Strategis Nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 hingga 2029.

Bidik Industri Hilir

Guru Besar Universitas Syiah Kuala Prof Jasman J Ma\'ruf menilai langkah Gubernur Aceh menyurati Presiden diperlukan untuk memperkuat hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe.

Menurut Jasman, Blok Andaman diperkirakan menghasilkan gas dan kondensat.

Saat ini, pemanfaatan temuan gas sekitar 300 juta kaki kubik standar per hari atau 300 million standard cubic feet per day (MMSCFD) masih dibahas untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

Ia mengatakan gas tersebut juga berpotensi diolah menjadi metanol dan hidrogen.

Karena itu, Jasman menilai pembangunan pabrik metanol perlu dipersiapkan sejak dini. Produk tersebut dibutuhkan sebagai bahan campuran biodiesel berbasis minyak sawit.

Kondensat dari Blok Andaman juga dinilai memiliki nilai tambah.

Menurut Jasman, kondensat dapat menghasilkan nafta dan kerosin yang dibutuhkan industri cat, serta gasoline untuk bahan bakar minyak.

Blok South Andaman diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari.

Produksi tersebut dinilai berpotensi mendorong pembangunan kilang minyak di Aceh.

“Dengan berdirinya berbagai industri itu, maka akan berdampak pada tenaga kerja dan ekonomi Aceh,” kata Prof Jasman.

Minta Pengolahan Dilakukan di Darat

Sebelumnya, Gubernur Aceh juga telah menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Surat tersebut berisi permintaan agar gas hasil temuan Mubadala Energy tidak diolah menggunakan skema floating production, storage, and offloading (FPSO) atau fasilitas produksi, penyimpanan, dan pembongkaran terapung di laut.

Pemerintah Aceh mengusulkan pengolahan dilakukan melalui onshore receiving facility (ORF) atau fasilitas penerimaan di darat yang berlokasi di KEK Arun Lhokseumawe.

Gubernur Aceh juga meminta alokasi gas dari Mubadala Energy diprioritaskan untuk mendukung pengembangan industri di Aceh.

Selain itu, pemerintah daerah mengajukan penundaan sementara penyusunan Plan of Development (PoD) atau dokumen rencana pengembangan lapangan migas karena masih terdapat perbedaan pandangan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#aceh #arun #blok-andaman-aceh

https://money.kompas.com/read/2026/06/26/153521126/pemprov-aceh-surati-prabowo-minta-gas-blok-andaman-diolah-di-kek-arun