Dana SAL Rp 400 Triliun Kembali ke Himbara, Purbaya Prediksi Kredit Melesat

Dana SAL Rp 400 Triliun Kembali ke Himbara, Purbaya Prediksi Kredit Melesat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan kredit perbankan capai 14-15% pada 2026 berkat penambahan dana SAL Rp 400 triliun ke Himbara.

(Kompas.com) 27/06/26 09:31 261388

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan kredit perbankan mencapai 14 hingga 15 persen pada 2026.

Optimisme ini setelah pemerintah memutuskan mengembalikan sekaligus menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi sekitar Rp 400 triliun.

Menurut Purbaya, tambahan penempatan dana SAL tersebut akan memperkuat likuiditas perbankan sehingga biaya dana (cost of fund) menurun.

SHUTTERSTOCK/JUICY FOTO Ilustrasi kredit, kredit perbankan.

Kondisi itu diharapkan mendorong perbankan untuk menurunkan bunga kreditnya serta lebih agresif menyalurkan kredit ke dunia usaha dan masyarakat.

"Pertumbuhan kredit kalau mereka bilang hitungan saya sampai 14-15 persen. Otomatis kalau uangnya ada, bunga akan relatif turun," ujarnya saat media briefing di kantornya, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Purbaya menjelaskan, setelah sebagian dana SAL ditarik, nilai penempatan di Himbara tersisa sekitar Rp 170 triliun.

Pemerintah kemudian mengembalikannya menjadi Rp 200 triliun dengan tenor jangka panjang.

Setelah itu, Kemenkeu menambah lagi Rp 100 triliun dengan jangka waktu penempatan selama tiga hingga empat bulan.

Penambahan terbaru sebesar Rp 100 triliun memiliki tenor yang lebih fleksibel.

Dia menjelaskan, penempatan dana SAL di Himbara diambil setelah pemerintah melihat likuiditas perbankan mulai mengetat usai sebagian dana pemerintah sempat ditarik dari bank-bank pelat merah.

Menurut dia, kondisi tersebut bahkan dikeluhkan langsung oleh para pimpinan bank karena berpotensi menekan pertumbuhan kredit.

SHUTTERSTOCK/AZMI PAMUNGKAS Ilustrasi kredit.

"Katanya sebelumnya kredit bank tumbuh 11,5 persen. Tapi tadi para pimpinan bank tadi bilang bisa turun signifikan sekali kalau tidak diperbaiki kondisi likuiditasnya. Ini juga menunjukkan bahwa kebijakan saya berpengaruh ke perekonomian dan perbankan. Selama ini itu yang menopang pertumbuhan ekonomi tumbuh di atas 5,5 persen," ucapnya.

Dia menilai penempatan kembali dana pemerintah di Himbara akan memberikan ruang yang lebih besar bagi bank untuk menyalurkan kredit.

Dampaknya, likuiditas tidak hanya membaik di bank-bank Himbara, tetapi juga akan menyebar ke seluruh sistem perbankan melalui aktivitas ekonomi.

Purbaya menjelaskan, ketika bank menyalurkan kredit, dana tersebut akan digunakan masyarakat untuk bertransaksi.

Uang hasil transaksi kemudian kembali masuk ke sistem perbankan dalam bentuk simpanan, baik di Himbara maupun bank lainnya.

"Satu orang di daerah misalnya pinjam ke BRI, beli makanan. Yang jual makanan punya duit, mungkin ditaruh di BPR, bisa juga di BPD. Eventually itu akan masuk ke semua sistem perekonomian," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#pertumbuhan-kredit #saldo-anggaran-lebih-sal #likuiditas-perbankan #kemenkeu

https://money.kompas.com/read/2026/06/27/093136626/dana-sal-rp-400-triliun-kembali-ke-himbara-purbaya-prediksi-kredit-melesat