Menhub: Angkutan logistik pakai RoRo menekan beban muatan di jalan

Menhub: Angkutan logistik pakai RoRo menekan beban muatan di jalan

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pemindahan angkutan logistik menggunakan kapal roll-on/roll-off (RoRo) bertujuan mengurangi beban ...

(Antara) 27/06/26 16:30 261648

Kalau kita mendorong (angkutan logistik menggunakan kapal RoRo), supaya beban itu tidak semua menumpuk di jalan (raya).

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan pemindahan angkutan logistik menggunakan kapal roll-on/roll-off (RoRo) bertujuan mengurangi beban muatan di jalan, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang melalui berbagai moda transportasi.

Dudy mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan kapal ferry RoRo sebagai alternatif distribusi logistik pada jalur pelayaran pendek, agar angkutan barang tidak seluruhnya bertumpu pada jaringan jalan nasional.

"Kalau kita mendorong (angkutan logistik menggunakan kapal RoRo), supaya beban itu tidak semua menumpuk di jalan (raya)," kata Menhub dalam bincang bersama awak media, di Jakarta, Jumat (26/6) malam.

menyampaikan hal tersebut saat menjawab pertanyaan awak media mengenai langkah pemerintah mendorong pemanfaatan kapal RoRo sebagai moda angkutan logistik, termasuk pada rute Semarang, Jawa Tengah, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Kalau ada pengusaha yang mengatakan RoRo itu bisa ini menguntungkan, ya silakan aja, enggak apa-apa," ujarnya.

Kapal RoRo adalah jenis kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut muatan beroda, seperti mobil, truk, dan alat berat, yang bisa masuk dan keluar kapal dengan berjalan sendiri (roll-on dan roll-off) menggunakan pintu rampa (ramp door).

Dudy menegaskan pemerintah membuka peluang bagi seluruh pelaku usaha yang melihat prospek bisnis dalam pengoperasian kapal RoRo maupun moda logistik lainnya sesuai perhitungan bisnis masing-masing perusahaan.

Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah tidak akan memberikan subsidi bagi angkutan logistik swasta, karena kegiatan tersebut merupakan aktivitas bisnis yang harus dijalankan berdasarkan pertimbangan komersial pelaku usaha.

Sebaliknya, pemerintah berupaya menghilangkan berbagai hambatan, termasuk biaya tambahan dan proses perizinan, agar pelaku usaha hanya menanggung biaya operasional yang benar-benar diperlukan dalam kegiatan distribusi.

Dudy mengatakan apabila seluruh hambatan dapat dihilangkan, pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi, sehingga layanan logistik melalui kapal RoRo menjadi semakin kompetitif di pasar.

Ia menambahkan, pertumbuhan permintaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan layanan kapal RoRo, sehingga pemerintah membuka berbagai peluang pemberian insentif guna mendorong peningkatan permintaan angkutan logistik.

Saat ini, kata Menhub, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai merencanakan pengembangan layanan kapal RoRo untuk angkutan peti kemas, sedangkan pelaku usaha swasta masih mempertimbangkan kelayakan investasi sesuai kapasitas masing-masing.

Dudy menilai keputusan investasi sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan, karena setiap pelaku usaha memiliki kemampuan pendanaan, strategi bisnis, dan tingkat keuntungan yang berbeda sesuai kondisi usahanya.

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan kereta api sebagai moda angkutan logistik, sehingga distribusi barang dapat berlangsung melalui sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan efisien.

Karena menurut Dudy, semakin banyak logistik yang beralih ke kapal RoRo maupun kereta api, semakin sedikit truk beroperasi di jalan, sehingga kemacetan berkurang dan efisiensi sistem logistik nasional meningkat.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

#menhub #menhub-dudy #kemenhub #angkutan-logistik #roro #beban-muatan

https://www.antaranews.com/berita/5625503/menhub-angkutan-logistik-pakai-roro-menekan-beban-muatan-di-jalan