BEI Tak Lagi Bidik ASEAN, Kini Incar Masuk 10 Bursa Terbesar Dunia

BEI Tak Lagi Bidik ASEAN, Kini Incar Masuk 10 Bursa Terbesar Dunia

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menargetkan Bursa Efek Indonesia jadi 10 terbesar dunia melalui strategi pendalaman pasar, menarik investor besar & asing.

(Kompas.com) 29/06/26 15:08 262641

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan strategi untuk membawa bursa tanah air masuk dalam jajaran 10 bursa saham terbesar di dunia.

Hal itu disampaikan Jeffry usai dirinya resmi menjabat sebagai orang nomor satu di pasar modal dalam negeri, disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Senin (29/6/2026).

Menurutnya, target BEI ke depan tidak lagi sekadar menjadi bursa saham terbesar di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto IHSG

Di bawah kepemimpinannya, BEI membidik posisi Indonesia sebagai salah satu dari 10 pasar modal terbesar di dunia.

Hal tersebut ditempuh melalui pendalaman pasar alias market deepening, baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand).

Dari sisi penawaran, BEI terus mendorong lebih banyak perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) untuk melantai di bursa, sehingga kapitalisasi pasar juga ikut meningkat.

“Kalau kita melihat target kita tadi, kita kan tidak lagi bicara ASEAN. Kita bicara bagaimana Indonesia ada di 10 besar dunia. Nah, bagaimana itu dilakukan? Tadi antara lain adalah bagaimana kita melakukan pendalaman yang terus-menerus, baik dari sisi supply maupun dari sisi demand,” ujar Jeffry saat ditemui wartawan di gedung BEI, Jakarta, usai RUPS.

Strategi pendalaman pasar juga dilakukan dari sisi permintaan.

Pasar modal saat ini telah memiliki basis investor ritel yang besar.

Dok. Bursa Efek Indonesia (BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ke depan, BEI terus mendorong peningkatan partisipasi investor institusi domestik, sekaligus menarik lebih banyak investor asing untuk kembali berinvestasi di Indonesia.

Dengan kuatnya partisipasi seluruh pelaku pasar itu, kedalaman pasar modal diharapkan meningkat sehingga kontribusinya terhadap perekonomian nasional menjadi semakin besar.

“Nah, dari sisi demand itu adalah jumlah investor ritel kita yang sekarang sudah luar biasa besar. Kemudian nanti juga akan partisipasinya akan makin tinggi dari institusi domestik kita, dan apa yang sedang kita lakukan tentu untuk menarik lebih banyak lagi investor asing. Nah, dari situ pasar kita akan makin dalam dan kita berharap kontribusinya terhadap perekonomian akan lebih nyata,” pungkas dia.

Menanggapi tantangan likuiditas di pasar yang dinilai belum dapat sepenuhnya ditopang oleh investor ritel domestik, Jeffrey menilai beban menjaga likuiditas pasar tidak seharusnya hanya dibebankan kepada investor ritel.

Bagi dia, pasar modal yang sehat membutuhkan keseimbangan peran antara investor asing, investor institusi domestik, dan investor ritel.

Karena itu, BEI saat ini fokus menjalankan berbagai reformasi untuk memulihkan kepercayaan (confidence) investor global agar kembali berinvestasi di bursa Tanah Air.

Dengan meningkatnya partisipasi investor asing yang didukung oleh investor institusi domestik dan ritel, ia berharap likuiditas pasar akan semakin kuat dan tercipta dinamika perdagangan yang lebih sehat.

“Nah oleh karena itu beban penyerapannya tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada ritel investor kita. Reformasi yang kita lakukan saat ini adalah untuk menumbuhkan kembali confidence dari investor global untuk kembali masuk ke Indonesia,” lanjut Jeffry.

“Itu yang harus kita lakukan, sehingga nanti investor asing bersama-sama dengan investor institusi domestik kita, dan didukung oleh investor ritel kita, akan sama-sama menimbulkan dinamika yang sehat di pasar kita,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#bursa-saham #bei #jeffrey-hendrik #pendalaman-pasar

https://money.kompas.com/read/2026/06/29/150834026/bei-tak-lagi-bidik-asean-kini-incar-masuk-10-bursa-terbesar-dunia