Di Tengah Dominasi China, Kanada Danai Tambang Greenland, Amankan Logam Kritis
Kanada menjadi negara anggota G7 pertama yang melakukan investasi langsung pada sektor pertambangan di Greenland.
(Kompas.com) 29/06/26 18:16 262770
KOMPAS.com — Pemerintah Kanada mengucurkan dana hibah sebesar 7 juta dolar Kanada atau sekitar Rp88 miliar untuk mendukung pengembangan proyek tambang molibdenum di Greenland, sebuah logam strategis yang banyak digunakan dalam industri kedirgantaraan, energi, dan pertahanan.
Perusahaan pengembang proyek, Greenland Resources, pada Senin (29/6/2026) menyatakan, dana tersebut diberikan melalui program Critical Minerals Research, Development and Demonstration milik Natural Resources Canada.
Dengan kurs yang digunakan Reuters, yakni 1 dolar AS setara 1,4194 dolar Kanada, nilai hibah tersebut setara dengan sekitar 4,93 juta dollar atau sekitar Rp88,29 miliar (asumsi kurs 17.910 per dolar AS).
Greenland Resources saat ini tengah mengembangkan tambang terbuka Malmbjerg di Greenland bagian timur yang memiliki cadangan molibdenum, mineral yang telah dikategorikan sebagai bahan baku kritis oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Perusahaan tersebut menyatakan Kanada menjadi negara anggota G7 pertama yang melakukan investasi langsung pada sektor pertambangan di Greenland.
Molibdenum merupakan logam berwarna putih keperakan yang digunakan untuk memperkuat baja sekaligus meningkatkan ketahanannya terhadap panas dan korosi. Material ini menjadi komponen penting dalam berbagai sektor strategis, mulai dari industri pertahanan hingga teknologi energi bersih.
Langkah Kanada dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Barat terhadap keamanan pasokan mineral kritis. China, yang menyumbang sekitar 40 persen produksi molibdenum global, pada awal 2025 memberlakukan pembatasan ekspor terhadap logam tersebut.
Kebijakan Beijing itu memicu kekhawatiran di negara-negara Barat mengenai ketergantungan pasokan bahan baku strategis dari China.
Minat negara-negara Barat terhadap Greenland juga meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyuarakan keinginannya untuk mengambil alih kendali atas wilayah Arktik tersebut.
Meski usulan tersebut ditolak pemerintah Denmark dan Greenland, isu itu mendorong perhatian internasional terhadap potensi sumber daya mineral yang melimpah di pulau tersebut.
Greenland sendiri diketahui memiliki cadangan mineral strategis yang besar. Namun, perkembangan industri pertambangannya selama ini berjalan lambat akibat hambatan birokrasi serta keterbatasan pendanaan.
Dukungan Kanada terhadap proyek Malmbjerg dinilai menjadi sinyal semakin ketatnya persaingan global dalam mengamankan pasokan mineral kritis yang dibutuhkan untuk industri pertahanan, transisi energi, dan teknologi masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#china #kanada #greenland #tambang #logam-kritis #ada-apa-di-greenland