Indonesia Gandeng Badan Khusus PBB Bangun Pusat Eco-Industrial Park

Indonesia Gandeng Badan Khusus PBB Bangun Pusat Eco-Industrial Park

Kemenperin dan UNIDO berkolaborasi untuk kembangkan Eco-Industrial Park di Indonesia.

(Kompas.com) 14/10/25 12:32 2638

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengembangkan Eco-Industrial Park (EIP), sebuah kawasan industri berwawasan lingkungan.

Untuk mencapai target, Kemenperin menggandeng United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lewat kerja sama internasional, Indonesia menargetkan lahirnya pusat unggulan (center of excellence) industri berwawasan lingkungan yang diyakini membawa kawasan industri nasional sejajar dengan standar global.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan saat ini terdapat lima pilot project EIP, yaitu Karawang International Industrial City, KI MM2100, KI Batamindo, KI Deltamas, dan KI Medan.

“Sejalan dengan komitmen tersebut, saya mengapresiasi penandatanganan Aide Memoire antara UNIDO dan Kementerian Perindustrian (Ditjen KPAII) untuk pembentukan Eco-Industrial Park Center yang telah bersama-sama kita saksikan,” ucap Agus yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, Selasa (14/10/2025).

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari Global Eco-Industrial Parks Programme (GEIPP) Indonesia-Fase II yang akan berfungsi sebagai center of excellence untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola kawasan industri dalam upaya pengembangan EIP di Indonesia.

Ditemui di lokasi yang sama, Tri Supondy memastikan UNIDO memiliki keahlian dan pengalaman luas dalam pengembangan kawasan industri berkelanjutan di berbagai negara.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan mitra yang memiliki kompetensi tinggi agar proses transformasi menuju industri hijau berjalan efektif dan sesuai standar internasional.

“Kenapa UNIDO? Karena itu adalah organisasi internasional yang punya kompetensi terkait dengan hal itu. Kita butuh lembaga-lembaga dengan kompetensi yang advance, dan kita minta mereka juga membantu kita untuk melibatkan dengan negara-negara yang lain,” kata Tri.

Dengan dukungan UNIDO, Kemenperin berharap dapat mempercepat adopsi praktik terbaik industri hijau, serta memperluas jejaring kerja sama global dalam pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan.

“Itu sebenarnya juga dalam satu upaya kita untuk memastikan kita berkiblat atau kita punya sokongan, support yang benar. Nah UNIDO memberikan kapasitas substansinya, dan mudah-mudahan kita sudah diarahkan. Karena UNIDO itu punya namanya industrial development report setiap tahun,” lanjutnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang

#unido #kemenperin #industri-hijau #eco-industrial-park

https://money.kompas.com/read/2025/10/14/123237426/indonesia-gandeng-badan-khusus-pbb-bangun-pusat-eco-industrial-park