Mitratel Alokasikan Capex Rp 2,9 Triliun untuk Percepat Ekspansi Tower dan Fiber
Mitratel (MTEL) menganggarkan Rp 2,9 triliun untuk belanja modal 2026, fokus pada penambahan tenant, perluasan fiber optik, dan solusi energi demi pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
(Kompas.com) 30/06/26 21:35 264348
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,9 triliun pada 2026 untuk memperkuat ekspansi bisnis.
Dana tersebut akan difokuskan pada penambahan tenant baru, perluasan jaringan fiber optik, pengembangan layanan fixed wireless, hingga solusi energi (energy solution) sebagai sumber pertumbuhan baru perseroan.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan perusahaan menargetkan ekspansi tetap sejalan dengan tren pertumbuhan industri telekomunikasi dan infrastruktur digital yang masih berkembang.
KOMPAS.com/APRILLIA IKA Site menara telekomunikasi atau BTS Mitratel di Bukit Tengah, Klungkung, Bali yang gunakan power hybrid dengan penambahan solar panel."Kami mengalokasikan biaya belanja investasi kita di Rp 2,9 triliun. Kami merencanakan untuk mengekspansi dengan penambahan tenant secara organik sekitar 2.500 tenant,” kata Theodorus di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
“Kemudian panjang fiber yang akan kami gelar sekitar 9.000 kilometer. Kami juga akan masuk ke fixed wireless dan energy solution," lanjut Theodorus.
Ia menjelaskan, Mitratel saat ini masih menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara dengan kepemilikan lebih dari 40.000 tower.
Menurutnya, infrastruktur tersebut akan menjadi titik strategis dalam mendukung penyebaran layanan internet berbasis mobile, fixed wireless, maupun fixed broadband.
"Tower ini nanti akan menjadi titik yang strategis untuk penyebaran internet berbasis apa pun, baik mobile, fixed wireless maupun fixed broadband,” kata dia.
“Kami juga menjadi salah satu penyedia penempatan perangkat untuk layanan fixed wireless," lanjutnya.
Selain mempertahankan bisnis penyewaan menara sebagai sumber pendapatan utama, Mitratel juga terus melakukan transformasi dengan memperluas portofolio bisnis ke sektor fiber optik, layanan energi (power service), dan berbagai layanan pendukung operator telekomunikasi.
DOK. Mitratel Tower Mitratel"Kami tidak hanya fokus pada bisnis inti penyewaan tower. Kami mulai mengembangkan portofolio baru mulai dari fiber, power service, dan berbagai layanan lainnya. Kami melihat banyak peluang di sekitar industri tower yang bisa menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Mitratel," ucap Theodorus.
Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan baru dari pengembangan jaringan fiber optik yang menjadi kebutuhan operator seluler untuk meningkatkan kualitas konektivitas jaringan BTS.
"Fiber optik menjadi bagian dari next generation tower. Kami tidak hanya berbisnis tower, tetapi juga menyediakan connectivity yang dibutuhkan operator untuk menghubungkan seluruh BTS mereka dengan kualitas yang tinggi," jelasnya.
Di sisi industri, Mitratel menilai peluncuran spektrum frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz atau yang dikenal dengan internet murah, serta percepatan implementasi teknologi 5G akan membuka opportunity ekspansi baru bagi perusahaan.
"Spektrum 700 dan 2.600 MHz yang akan segera diluncurkan operator menjadi opportunity baru bagi Mitratel untuk melakukan ekspansi coverage maupun penguatan ,” ungkapnya.
“Harapannya teknologi 5G mulai berkembang dan itu akan membuka banyak potensi bagi kami,
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#belanja-modal #mitratel #mtel #fiber-optik #5g-telekomunikasi