Harga Minyak Dunia Cetak Penurunan Kuartalan Terdalam Sejak Pandemi

Harga Minyak Dunia Cetak Penurunan Kuartalan Terdalam Sejak Pandemi

Harga minyak dunia stabil di tengah perhatian negosiasi AS-Iran di Doha. Meskipun anjlok bulanan dan kuartalan terdalam, pasar mencermati risiko geopolitik.

(Kompas.com) 01/07/26 08:54 264627

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak dunia nyaris tidak berubah pada akhir perdagangan Selasa (30/6/2026) waktu setempat atau Rabu (1/7/2026) pagi WIB.

Kendati begitu, harga minyak mencatat penurunan bulanan dan kuartalan terdalam sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 23 sen atau 0,3 persen menjadi 72,92 dollar AS per barrel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 1,25 dollar AS atau 1,8 persen menjadi 69,50 dollar AS per barrel.

Pergerakan harga minyak cenderung datar di tengah perhatian pelaku pasar terhadap potensi pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar.

Negosiasi tersebut dinilai penting untuk menentukan kelanjutan gencatan senjata sementara dalam konflik yang sudah berlangsung selama empat bulan.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan pasar memang masih memperhitungkan risiko geopolitik, tetapi pasokan minyak mulai membaik seiring kembali lancarnya aktivitas pengiriman minyak dari kawasan Teluk.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa pasar telah menghapus premi risiko sepenuhnya. Namun kapal-kapal yang sebelumnya tertahan kini mulai beroperasi seiring meningkatnya lalu lintas pelayaran keluar dari Teluk, sehingga menciptakan tambahan pasokan sementara," kata Staunovo.

Di sisi lain, Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak global akan mengalami surplus pasokan sekitar 4,8 juta barrel per hari pada 2027.

Di sisi geopolitik, harapan tercapainya gencatan senjata permanen antara AS dan Iran masih dibayangi ketidakpastian.

Pejabat Qatar mengatakan utusan utama AS yang tiba di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, pembahasan pekan ini hanya dilakukan pada tingkat teknis, termasuk mengenai isu keamanan kawasan, yang nantinya dapat ditingkatkan ke level pejabat senior.

Pasar kini terus mencermati perkembangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang sebelum perang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Secara teknikal, minimnya pergerakan harga pada Selasa, membuat Brent berada di wilayah jenuh jual (oversold) selama 13 hari berturut-turut, sedangkan WTI selama 11 hari berturut-turut.

Sepanjang Juni, harga Brent telah merosot sekitar 21 persen setelah sebelumnya turun sekitar 19 persen pada Mei.

Penurunan bulanan tersebut menjadi yang terbesar sejak anjlok hingga 55 persen pada Maret 2020 akibat merosotnya permintaan minyak selama pandemi Covid-19.

Dalam periode kuartal II 2026, Brent juga melemah 38 persen setelah melonjak 94 persen pada kuartal I. Penurunan kuartalan ini menjadi yang terdalam sejak anjlok 66 persen pada kuartal pertama 2020.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#harga-minyak-dunia #negosiasi-as-iran #surplus-pasokan #selat-hormuz

https://money.kompas.com/read/2026/07/01/085419026/harga-minyak-dunia-cetak-penurunan-kuartalan-terdalam-sejak-pandemi