Surplus Neraca Perdagangan RI Januari-Mei 2026 Anjlok 73,8%

Surplus Neraca Perdagangan RI Januari-Mei 2026 Anjlok 73,8%

Surplus neraca perdagangan Indonesia Januari-Mei 2026 turun 73,8% menjadi US$4,03 miliar, dipicu penurunan surplus nonmigas dan defisit migas yang membesar.

(Bisnis.Com) 01/07/26 13:07 264990

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan barang Indonesia secara kumulatif pada periode Januari hingga Mei 2026 mengalami penyusutan tajam hingga 73,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

BPS mencatat total surplus neraca perdagangan sepanjang lima bulan pertama 2026 hanya sebesar US$4,03 miliar. Angka ini turun 73,8% apabila dibandingkan dengan surplus pada periode Januari–Mei 2025 yang mencapai US$15,38 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa kendati mengalami penurunan, neraca perdagangan barang atau nonmigas secara keseluruhan masih mampu mempertahankan kinerja positif.

"Hingga Mei 2026, neraca perdagangan barang [nonmigas] mencatat surplus US$4,03 miliar. Surplus sepanjang Januari–Mei 2026 terutama ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar US$16,31 miliar. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit, yaitu defisitnya US$12,28 miliar," jelas Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).

Perinciannya, penurunan capaian neraca perdagangan ini dipicu oleh dua faktor utama: menyusutnya surplus nonmigas dan makin lebarnya jurang defisit migas.

Pada sektor nonmigas, capaian surplus sebesar US$16,31 miliar pada Januari–Mei 2026 tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mana surplus mencapai US$23,10 miliar.

Di sisi lain, tekanan dari sektor minyak dan gas bumi (migas) justru makin berat. BPS mencatat, defisit neraca perdagangan migas membengkak cukup dalam, dari US$7,72 miliar pada periode Januari–Mei 2025 menjadi defisit US$12,28 miliar pada Januari–Mei tahun ini.

Sementara tiga negara penyumbang surplus nerara perdagangan selama Januari—Mei 2026 terbesar yaitu Amerika Serikat (US$7,03 miliar), India (US$5,29 miliar), dan Filipina (US$3,57 miliar). Sebaliknya, tiga negara penyumbang defisit neraca perdagangan adalah China (-US$10,17 miliar), Australia (-US$3,99 miliar), dan Singapura (-US$3,83 miliar).

#surplus-neraca-perdagangan #neraca-perdagangan-indonesia #surplus-perdagangan-2026 #defisit-migas-indonesia #surplus-nonmigas #perdagangan-nonmigas #defisit-perdagangan-migas #neraca-perdagangan-janua

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260701/12/1984706/surplus-neraca-perdagangan-ri-januari-mei-2026-anjlok-738