Prospek Kripto Memburuk, Citigroup Pangkas Target Bitcoin dan Ether
Citigroup memangkas target harga bitcoin dan ether setelah arus keluar ETF, melemahnya minat investor, dan lambatnya regulasi kripto AS.
(Kompas.com) 01/07/26 15:07 265112
KOMPAS.com – Citigroup memangkas proyeksi harga bitcoin dan ether untuk 12 bulan ke depan.
Bank investasi asal Amerika Serikat itu menilai prospek dua aset kripto terbesar tersebut memburuk di tengah melemahnya minat investor, arus keluar dana dari Exchange Traded Fund (ETF) kripto, serta lambatnya perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat.
Dalam riset yang diterbitkan Selasa (30/6/2026), Citigroup menurunkan target harga bitcoin menjadi 82.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,47 miliar, dari sebelumnya 112.000 dollar AS atau sekitar Rp 2,01 miliar.
Target harga ether juga dipangkas menjadi 2.240 dollar AS atau sekitar Rp 40,22 juta, dari sebelumnya 3.175 dollar AS atau sekitar Rp 57,01 juta.
Saat ini, bitcoin diperdagangkan di level 58.864,27 dollar AS atau sekitar Rp 1,06 miliar. Nilai tersebut menjadi yang terendah sejak September 2024, setelah anjlok lebih dari 50 persen dari rekor tertingginya di 126.223,18 dollar AS atau sekitar Rp 2,27 miliar pada Oktober tahun lalu.
Ether juga berada dalam tren pelemahan. Aset kripto terbesar kedua itu diperdagangkan di level 1.585,63 dollar AS atau sekitar Rp 28,47 juta. Harga tersebut menjadi yang terendah sejak April 2025.
ETF Jadi Sorotan
Citigroup menilai pasar aset kripto masih berada di bawah tekanan sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya volatilitas pasar keuangan, beralihnya perhatian investor ke penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) perusahaan besar, serta arus keluar dana dari ETF kripto yang terus berlanjut.
Bank tersebut juga mencatat bitcoin dan ether kini diperdagangkan di bawah rata rata pergerakan harga jangka panjangnya. Kondisi itu mencerminkan sentimen pasar yang masih bearish atau cenderung pesimistis.
Dalam skenario terburuk, Citigroup memperkirakan harga bitcoin turun menjadi 53.000 dollar AS atau sekitar Rp 951,62 juta dalam 12 bulan ke depan. Ether diproyeksikan merosot hingga 1.094 dollar AS atau sekitar Rp 19,64 juta.
Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi ekonomi global masuk ke fase resesi dan arus keluar dana dari ETF kripto terus berlanjut.
Citigroup juga merevisi asumsi aliran dana ke ETF kripto. Bank itu kini memperkirakan tidak ada aliran masuk bersih ke ETF kripto dalam 12 bulan ke depan. Angka tersebut turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 179,55 triliun.
“Aliran ETF, pendorong penting harga, telah berubah menjadi negatif baru-baru ini,” tulis Citigroup.
Menurut Citigroup, dana yang keluar dari ETF bitcoin sepanjang tahun ini telah mencapai sekitar 3,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 59,25 triliun.
Tunggu Katalis Baru
Citigroup memperkirakan adopsi aset kripto oleh investor yang lebih luas masih tertahan hingga muncul katalis baru.
Sentimen pasar juga dibebani lambatnya pembahasan undang undang aset kripto di Amerika Serikat. Kekhawatiran terhadap potensi aksi jual bitcoin oleh perusahaan pengelola aset digital ikut menekan kepercayaan investor.
Pada saat yang sama, sebagian investor mulai mengalihkan dananya ke aset yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang