IHSG Rebound ke 5.695, Saham Energi Angkat Bursa Indonesia
IHSG hari ini ditutup menguat 0,92 persen pada perdagangan Rabu (1/7/2026), melanjutkan tren positif sejak awal sesi.
(Kompas.com) 01/07/26 17:00 265267
JAKARTA, KOMPAS.com – IHSG hari ini ditutup menguat 0,92 persen pada perdagangan Rabu (1/7/2026), melanjutkan tren positif sejak awal sesi.
Penguatan IHSG hari ini ditopang oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau, meski pelemahan rupiah terhadap dollar AS masih membayangi sentimen pasar.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 51,92 poin atau 0,92 persen ke level 5.695,11.
Sejak pembukaan perdagangan, indeks konsisten berada di wilayah positif hingga penutupan.
Indeks LQ45 juga mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan kenaikan 0,66 persen ke level 556,75.
Aktivitas perdagangan di bursa saham Indonesia berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 10,16 triliun dengan volume perdagangan sekitar 18,33 miliar saham yang berpindah tangan. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,55 juta kali.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 378 saham menguat, 248 saham melemah, sedangkan 157 saham bergerak stagnan.
Saham-saham dengan nilai transaksi terbesar masih didominasi emiten berkapitalisasi besar. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin dengan nilai transaksi Rp 826,99 miliar disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp 804,85 miliar.
Kemudian saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 700,51 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 540,92 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp 537,08 miliar.
Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif dengan transaksi mencapai 20,73 juta lembar saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI).
Di luar saham-saham berkapitalisasi besar, penguatan tertinggi atau top gainers dicatat oleh PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang melonjak 34,38 persen ke level 172.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), serta PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI).
Sebaliknya, saham yang mengalami penurunan terdalam atau top losers dipimpin PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) yang merosot 14,92 persen.
Pelemahan juga dialami saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), PT Metropolitan Land Tbk (MTLA), PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY), dan PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY).
Pada kelompok saham unggulan LQ45, penguatan terbesar dibukukan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 16,98 persen. Disusul PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang menguat 10,39 persen dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 7,39 persen.
Sementara itu, pelemahan terdalam di indeks LQ45 dialami PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang turun 6,76 persen, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang melemah 4,24 persen, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang terkoreksi 2,78 persen.
Mayoritas Sektor Menguat
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor yang berakhir di zona hijau. Tercatat tujuh dari 11 indeks sektoral ditutup menguat.
Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,61 persen. Selanjutnya, sektor barang baku menguat 2,60 persen, sedangkan sektor infrastruktur naik 1,38 persen.
Di sisi lain, empat sektor masih mengalami pelemahan. Penurunan terdalam terjadi pada sektor transportasi yang turun 0,91 persen.
Kemudian sektor keuangan terkoreksi 0,38 persen dan sektor barang konsumen non-siklikal juga melemah 0,38 persen.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Pergerakan bursa saham Asia pada penutupan perdagangan berlangsung beragam sehingga mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi global.
Berdasarkan data Yahoo Finance, indeks Shanghai Composite (SSE Composite) menguat 0,44 persen menjadi 4.112,45. Indeks Nikkei 225 Jepang juga naik 0,59 persen ke level 70.474,96.
Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,63 persen menjadi 22.881,02. Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,64 persen, sedangkan KOSPI Korea Selatan terkoreksi cukup dalam sebesar 2,04 persen. The Asia Dow juga ditutup turun 1,04 persen.
Pergerakan yang bervariasi di kawasan Asia tersebut menunjukkan sentimen investor regional masih cenderung berhati-hati meskipun sebagian pasar berhasil mencatatkan penguatan.
Di pasar valuta asing, rupiah terhadap dollar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu sore.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.936,2 per dollar AS, atau turun 65,5 poin setara 0,37 persen dibandingkan posisi pembukaan di Rp 17.870,7 per dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#bursa-asia #pasar-saham #ihsg-menguat #ihsg-hari-ini #ihsg-naik #bursa-efek-indonesia