Kenaikan Bensin Jadi Penyebab Utama Inflasi Kota Malang pada Juni 2026
Kenaikan harga bensin memicu inflasi 0,43% di Malang pada Juni 2026, dengan transportasi sebagai penyumbang utama. Inflasi y-on-y mencapai 3,16%.
(Bisnis.Com) 01/07/26 18:31 265423
Bisnis.com, MALANG — Kota Malang mengalami inflasi bulan ke bulan (m-to-m) sebesar 0,43% pada Juni 2026 yang dipicu terutama kenaikan harga bensin.
Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin mengatakan inflasi tahun kalender (y-to-d) sebesar 1,66% dan secara y-on-y mengalami inflasi sebesar 3,16%.
“Penyumbang utama inflasi bulan Juni 2026 secara m-to-m adalah kelompok transportasi dengan andil 0,31%, sedangkan komoditas utama penyumbang inflasi adalah bensin,” katanya, Rabu (1/7/2026).
Komoditas lainnya, bawang merah, angkutan udara, bawang putih dan telepon seluler.
Secara y-on-y, kata dia, inflasi pada Juni 2026 dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu. komoditas utama penyumbang inflasi yaitu emas perhiasan. Selanjutnya, bensin, beras, minyak goreng, dan sigaret kretek mesin.
Pada Juni 2026, kata dia, terjadi kenaikan harga BBM dibandingkan bulan Mei 2026 yakni Pertamax dari Rp12.300 pada Mei 2026 menjadi Rp16.250 pada Juni 2026, Pertamax Turbo dari Rp19.900 pada Mei 2026 menjadi Rp20.750 pada Juni 2026
Selain itu, kenaikan harga pada komoditas hortikultura, khususnya bawang merah dan bawang putih, disebabkan oleh keterbatasan pasokan sebelum memasuki masa panen.
Pada Juni, juga terjadi kenaikan tarif angkutan udara bertepatan dengan masa libur sekolah yang mendorong kenaikan jumlah penumpang pesawat udara.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Joko Budi Santoso menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi sebagai dampak konflik perang antara Iran dan AS yang masih belum menemukan titik perdamaian. Menurutnya, situasi ini berbarengan juga dengan musim liburan, di mana kebutuhan transportasi meningkat.
Pemerintah berusaha meredam kenaikan pengeluaran untuk kelompok transportasi dengan diskon tiket kereta api dan tiket pesawat selama musim liburan.
Dia berharap, stabilisasi harga pangan harus terus dilakukan karena secara historis (y-on-y) volatile food atau pergerakan harga kelompok makanan dan minuman masih menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Meski demikian upaya dalam pengendalian inflasi yang semakin solid berdampak pada kumulatif inflasi di tahun 2026 sebesar 1,66%, masih pada level aman atau masih di bawah rentang ± 2,5%.
“Pada Juli 2026 patut diwaspadai juga sumber inflasi dari kelompok pendidikan karena musim ajaran baru,” ucapnya.
#bensin-naik #inflasi-malang #kenaikan-harga-bensin #inflasi-juni-2026 #inflasi-kota-malang #harga-bensin-pertamax #inflasi-transportasi #harga-pertamax-turbo #inflasi-makanan-minuman #kenaikan-harga-b