Rupiah Melemah, Reksa Dana Dollar AS Makin Dilirik Investor

Rupiah Melemah, Reksa Dana Dollar AS Makin Dilirik Investor

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sepanjang tahun ini dinilai mendorong sebagian investor mulai melakukan diversifikasi.

(Kompas.com) 01/07/26 18:58 265448

JAKARTA, KOMPAS.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun ini dinilai mendorong sebagian investor mulai melakukan diversifikasi investasi ke instrumen berdenominasi dollar AS.

PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) mencatat, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dari akhir 2025 hingga pertengahan Juni 2026 mengalami pelemahan sekitar 6 persen.

Kondisi tersebut disebut menjadi salah satu pertimbangan investor untuk menempatkan dana pada reksa dana lokal berdenominasi dollar AS.

SHUTTERSTOCK/A9 STUDIO Ilustrasi reksa dana, investasi reksa dana. Dividen reksa dana dapat dicairkan tunai atau diinvestasikan ulang jadi modal baru.

Secara industri, dana kelolaan reksa dana dollar AS meningkat sebesar 388 juta dollar AS secara year to date (YTD), atau tumbuh sekitar 13 persen.

Direktur Investasi Sucor AM Dimas Yusuf mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh berbagai sentimen global maupun domestik.

Menurut dia, sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar antara lain sikap wait and see terhadap pasar negara berkembang, arus keluar dana asing di pasar saham dan obligasi Indonesia, hingga arah kebijakan bank sentral global yang dinilai beberapa pihak masih berpotensi bersikap hawkish.

Dalam jangka panjang, pihaknya memandang investasi pada instrumen berdenominasi dollar AS tetap relevan karena dapat membantu investor meningkatkan diversifikasi portofolio investasinya dari sisi nilai tukar.

"Sehingga ketika salah satu nilai tukar mengalami tekanan, portofolio pada dollar AS berpotensi menjadi penyeimbang risiko," ujar Dimas dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Reksa dana dollar AS dinilai sesuai dengan profil risiko investor

Sucor AM menilai strategi diversifikasi menjadi salah satu pendekatan yang penting di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi volatilitas global.

FREEPIK/PVPRODUCTIONS Ilustrasi uang dollar AS.

Untuk investor dengan profil risiko konservatif maupun yang memiliki kebutuhan investasi jangka pendek, perusahaan menilai reksa dana pasar uang berdenominasi dollar AS dapat menjadi pilihan karena menawarkan likuiditas yang relatif tinggi dengan tingkat risiko yang lebih terukur.

Sementara itu, bagi investor dengan profil risiko yang lebih agresif, reksa dana campuran maupun reksa dana saham global dinilai dapat menjadi alternatif untuk memperoleh potensi pertumbuhan investasi yang lebih optimal.

Dimas mengatakan, volatilitas pasar diperkirakan masih akan membayangi pergerakan berbagai aset global sehingga perusahaan menerapkan strategi pengelolaan investasi secara aktif.

"Ke depannya, volatilitas pasar diperkirakan masih akan membayangi pergerakan aset global. Karena itu, kami menerapkan strategi pengelolaan aktif melalui manajemen durasi, pemilihan underlying asset berkualitas secara selektif, serta menjaga porsi likuiditas yang memadai untuk mengoptimalkan kinerja reksa dana," kata Dimas.

Sucor AM paparkan kinerja reksa dana dollar AS

Strategi pengelolaan aktif tersebut, menurut Sucor AM, tercermin pada kinerja sejumlah produk reksa dana berdenominasi dollar AS yang dikelolanya.

Per 19 Juni 2026, Sucorinvest Global Equity Sharia Fund (SGESU) mencatatkan kinerja year to date sebesar 9,37 persen.

Sementara itu, Sucorinvest Money Market USD (SMMUSD) membukukan kinerja sebesar 1,66 persen pada periode yang sama.

Kedua produk tersebut tersedia melalui sejumlah mitra Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), antara lain BMoney, Makmur, Bibit, Invesnow, Sayakaya, Fides, Bareksa, Trimegah Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Trust Sekuritas.

Investor diminta mencermati sejumlah faktor

Meski melihat peluang diversifikasi melalui instrumen berdenominasi dollar AS, Sucor AM menilai investor tetap perlu mencermati berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar ke depan.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain arah kebijakan suku bunga acuan di dalam negeri maupun global, dinamika geopolitik, perkembangan data-data ekonomi, hingga implementasi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal.

Menurut Sucor AM, berbagai faktor tersebut masih akan menjadi penentu utama dinamika pasar sehingga investor perlu mempertimbangkannya dalam menyusun strategi investasi sesuai profil risiko dan tujuan investasinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#suku-bunga-acuan #reksa-dana-dollar-as #nilai-tukar-rupiah #reksa-dana

https://money.kompas.com/read/2026/07/01/185818626/rupiah-melemah-reksa-dana-dollar-as-makin-dilirik-investor