Jelajah Pelabuhan dan Logistik 2025: ASDP Genjot Digitalisasi, 3,2 Juta Pelanggan Pakai Ferizy

Jelajah Pelabuhan dan Logistik 2025: ASDP Genjot Digitalisasi, 3,2 Juta Pelanggan Pakai Ferizy

ASDP tingkatkan digitalisasi dengan Ferizy, capai 3,2 juta pengguna. Fokus pada kenyamanan, efisiensi, dan integrasi teknologi untuk layanan pelabuhan.

(Bisnis.Com) 14/10/25 16:13 2931

Bisnis.com, MERAK – Perusahaan pelayaran pelat merah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah berupaya memperkuat digitalisasi dalam rangka memberikan pelayanan terhadap pelanggan. Hal itu dilakukan seiring kebutuhan pasar yang besar terhadap moda transportasi yang aman dan nyaman.

Hal tersebut tampak dari data ASDP sepanjang periode Januari–Agustus 2025 yang mencatatkan jumlah penumpang hingga 3,07 juta orang dengan 3,98 juta kendaraan. Alhasil, kebutuhan untuk melakukan digitalisasi di hampir seluruh aspek dalam kegiatan kepelabuhan tidak bisa dielakkan, terutama di pelabuhan dengan aktivitas terpadat.

Adapun ASDP sebetulnya telah mulai melakukan digitalisasi dalam pembelian tiket keberangkatan sejak 2020. Tepatnya pada Mei 2020, sistem Ferizy memungkinkan pembelian tiket secara online melalui Web & Apps Ferizy atau melalui saluran penjualan Ferizy, dengan lebih dari 120 metode pembayaran tersedia.

ASDP mencatat, setiap tahunnya, angka pengguna aplikasi ini konstan meningkat. Pada Agustus 2025, Ferizy telah digunakan oleh 3,23 juta pengguna, naik dari 2,59 juta pengguna pada 2024.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin menerangkan, seluruh penggunaan jasa penyeberangan di wilayah ASDP mewajibkan pembelian tiket secara daring. Hal itu dilakukan seiring upaya ASDP untuk menekan antrean di pelabuhan.

"Kehadiran platform ini meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, dengan proses reservasi yang lebih cepat, transparan, dan aman. Sekaligus mendukung pengelolaan kuota perjalanan yang lebih tertib dan efisien," katanya, Senin (29/9/2025).

Adapun Shelvy menerangkan, upaya digitalisasi yang telah digodok oleh ASDP sejak 2020 kini telah berhasil memberikan efektivitas operasional, transparansi transaksi, hingga kenyamanan terhadap pelanggan.

Hal itu terbukti dari pendapatan konsolidasi ASDP yang tercatat sebesar Rp2,44 triliun, dengan laba bersih Rp298 miliar sepanjang semester I/2025.

"Sistem ini juga mendukung manajemen arus kendaraan dengan kuota per jadwal, sehingga kemacetan dapat diminimalisasi," tambahnya.

Namun, capaian tersebut tidak membuat ASDP berhenti mengembangkan aspek teknologi digital. Kini, ASDP tengah berupaya mengembangkan ekosistem digital melalui integrasi smart port system, penyempurnaan Port Operation Control Center (POCC), dan inovasi lainnya yang berperspektif pelanggan dan berbasis aplikasi.

Bahkan, ASDP tidak menutup kemungkinan untuk merambah dunia AI demi mengakselerasi layanan berbasis digitalisasi oleh perusahaan.

"Ke depan, kami menargetkan implementasi teknologi berbasis big data dan AI untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Sekaligus memperkuat pengalaman perjalanan pengguna jasa," tutupnya.

Sementara itu, ASDP cabang Pelabuhan Merak–Bakauheni juga berencana menggunakan sistem digitalisasi sebagai solusi dalam penataan pelabuhan dan penumpang selama peak season.

GM ASDP Cabang Merak Syamsudin menerangkan, selain melakukan penambahan trip kapal untuk persiapan Nataru 2025, pihaknya juga memastikan bakal menerapkan tiket online secara penuh dan pengaplikasian sistem monitoring POCC.

"Kami akan memperkuat strategi traffic management system di pelabuhan dengan dukungan POCC, optimalisasi dermaga, serta integrasi layanan tiket online berbasis kuota untuk mengurangi penumpukan," katanya, Senin (29/9/2025).

#asdp-digitalisasi #ferizy-tiket-online #asdp-pelanggan #asdp-penumpang #asdp-kendaraan #asdp-ferizy #asdp-merak #asdp-pocc #asdp-smart-port #asdp-big-data #asdp-ai #asdp-teknologi #asdp-layanan #asdp

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251014/98/1920214/jelajah-pelabuhan-dan-logistik-2025-asdp-genjot-digitalisasi-32-juta-pelanggan-pakai-ferizy