Hati-hati, Kebiasaan “Kretek” Leher Bisa Sebabkan Stroke
Memutar leher hingga berbunyi "krek" bisa memicu stroke jika dilakukan berlebihan. Hindari kebiasaan ini dan pilih alternatif aman seperti peregangan leher.
(Bisnis.Com) 06/11/25 09:45 29352
Bisnis.com, JAKARTA – Banyak orang merasa lega setelah memutar leher hingga terdengar bunyi “krek”. Kebiasaan ini sering dilakukan untuk mengatasi pegal, kaku otot, atau rasa tidak nyaman setelah duduk terlalu lama. Sensasi nyaman setelah mengkrek leher terjadi karena sendi terasa lebih longgar dan tubuh melepaskan hormon endorfin. Namun, rasa lega ini bersifat sementara dan bukan solusi untuk masalah otot atau postur. Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, struktur sendi bisa menjadi longgar dan menyebabkan ketergantungan sensasi. Tindakan ini bisa merusak pembuluh darah dan dalam kasus ekstrem memicu stroke.
Bunyi “krek” pada leher terjadi ketika sendi di tulang leher melepas gelembung gas kecil yang berada di dalam cairan sendi. Proses ini dikenal sebagai cavitation. Pada dasarnya, ini bukan hal yang berbahaya jika dilakukan secara alami dan tidak berlebihan. Namun masalah muncul ketika gerakan dilakukan secara paksa, cepat, atau terlalu sering.
Gerakan ekstrem saat memutar leher bisa melukai arteri vertebralis, yaitu pembuluh darah yang membawa darah ke otak. Jika arteri ini tertekan atau robek, dapat terbentuk gumpalan darah. Gumpalan tersebut bisa bergerak menuju otak dan menyebabkan stroke. Kondisi ini dikenal sebagai vertebral artery dissection, dan meskipun jarang terjadi, risikonya nyata dan berbahaya.
Kebiasaan mengkrek leher menjadi berisiko jika menimbulkan nyeri setelahnya, memicu rasa kebas atau kesemutan di tangan atau wajah, disertai pusing, penglihatan kabur, atau sulit menyeimbangkan tubuh. Jika gejala ini muncul, artinya ada jaringan penting yang kemungkinan mengalami tekanan atau kerusakan.
Beberapa tanda bahaya gejala stroke yang perlu diwaspadai setelah mengkrek leher yang bisa muncul dalam waktu singkat:
• sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba
• kehilangan keseimbangan atau tubuh terasa limbung
• penglihatan ganda atau pandangan mendadak kabur
• mati rasa pada wajah atau lengan
Gejala ini harus segera mendapat pertolongan medis.
Beberapa alternatif yang lebih aman dibawah ini:
• lakukan peregangan leher secara perlahan dan bertahap
• hindari menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel atau laptop
• gunakan bantal yang menopang leher saat tidur
• lakukan kompres hangat untuk melemaskan otot
• konsultasi ke fisioterapis atau profesional berlisensi jika leher sering kaku atau nyeri. (Nanda Duhaya)
#kretek-leher #kebiasaan-kretek-leher #kretek-leher-stroke #bahaya-kretek-leher #risiko-kretek-leher #leher-kaku #leher-pegal #leher-sakit #leher-nyeri #leher-pusing #leher-kesemutan #leher-penglihatan