Direktur BEI Bicara Soal Prospek IPO 2026

Direktur BEI Bicara Soal Prospek IPO 2026

BEI optimis prospek IPO 2026 meski tren menurun di 2025. Targetkan 555 efek baru, didorong peningkatan investor dan lighthouse IPO. IHSG menguat 17,49% YtD.

(Bisnis.Com) 06/11/25 12:45 29616

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah penawaran saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) mengalami tren penurunan pada 2025. Bagaimana prospeknya pada 2026?

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan sampai saat ini telah terdapat 24 perusahaan yang menjalankan IPO dan melantai di Bursa pada 2025. Jumlah realisasi IPO itu masih di bawah capaian 2024 sebanyak 41 perusahaan.

Nyoman mengatakan secara umum, kondisi geopolitik global telah memengaruhi minat perusahaan untuk IPO.

“Di belahan dunia itu yang terjadi memang penurunan dari sisi jumlah perusahaan tercatat di Bursa. Di Indonesia tetap bertumbuh, 1% sampai dengan saat ini. Sementara di tempat lain itu malah turun,” kata Nyoman pada Kamis (6/11/2025) di Gedung BEI.

Berdasarkan dari data World Federation of Exchanges, jumlah perusahaan tercatat di BEI tumbuh 0,95% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) per Agustus 2025, lebih tinggi dibandingkan bursa di Thailand, Filipina, Vietnam, maupun Singapura yang justru mencatat penurunan pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat.

“Yang menarik di Bursa Efek Indonesia ini adalah dari sisi jumlah memang kami turun, namun ingat, dari sisi average fundraising-nya meningkat,” ujar Nyoman.

Sampai kuartal III/2025, BEI mencatat total dana yang dihimpun dari IPO mencapai Rp15,1 triliun. Angkanya lebih tinggi dibandingkan capaian keseluruhan 2024 sebesar Rp14,3 triliun.

Nyoman mengatakan peningkatan nilai IPO pada tahun ini terdorong oleh ramainya IPO dengan kategori mercusuar atau lighthouse. BEI mencatat telah terdapat lima perusahaan yang menjalankan IPO dengan kategori lighthouse pada 2025. BEI pun mencatat masih ada tiga perusahaan lagi yang masuk ke dalam pipeline IPO dengan kategori lighthouse.

“Jadi, Bursa tetap untuk tempat bertumbuh perusahaan-perusahaan kecil dan menengah. Akan tetapi perkembangan yang menarik adalah lighthouse IPO semakin meningkat. Nah, hal ini yang kami harapkan nanti memperkuat pendalaman pasar dan meningkatkan kepercayaan global,” ujar Nyoman.

Adapun, pada 2026, BEI menargetkan 555 efek baru baik dari IPO hingga emisi obligasi. Pada tahun ini, BEI hanya menargetkan 340 efek baru, dan tercapai hampir lebih dari 140% dari target sampai dengan November 2025.

“Artinya apa? Kami optimistis dengan pertumbuhan perekonomian. Ditambah untuk perkembangan pasar modal, dari sisi investor meningkat hampir 30%,” tutur Nyoman.

Ditambah kondisi pasar saham Indonesia juga sedang merekah. Indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini masih kokoh di zona hijau, menguat 17,49% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) atau sejak perdagangan perdana ke level 8.318,52 pada perdagangan kemarin, Rabu (5/11/2025).

“Berarti antara supply side dan demand side itu harmonis bergerak. Dan itu yang kami harapkan nanti memperkuat kepercayaan di pasar modal,” ujar Nyoman.

#ipo-2026 #prospek-ipo #bursa-efek-indonesia #jumlah-ipo-2025 #geopolitik-global-ipo #pertumbuhan-perusahaan-bei #average-fundraising-bei #dana-ipo-2025 #lighthouse-ipo #target-efek-baru-bei #pertumbuh

https://market.bisnis.com/read/20251106/7/1926683/direktur-bei-bicara-soal-prospek-ipo-2026