Keuangan Tertekan, Nissan Jual Kantor Pusat Senilai Rp10,53 Triliun
Nissan menjual kantor pusat di Yokohama senilai Rp10,53 triliun untuk memperkuat keuangan di tengah restrukturisasi besar-besaran dan efisiensi operasional.
(Bisnis.Com) 06/11/25 15:06 29804
Bisnis.com, JAKARTA – Pabrikan mobil asal Jepang, Nissan Motor Co. menjual kantor pusat globalnya di Yokohama senilai US$630 juta atau sekitar Rp10,53 triliun kepada konsorsium yang dipimpin Minth Group asal Taiwan.
Aksi penjualan aset itu dilakukan untuk memperkuat posisi keuangan di tengah tekanan kinerja dan restrukturisasi besar-besaran.
Menurut sumber yang mengetahui transaksi tersebut sebagaimana dilansir dari Bloomberg pada Kamis (6/11/2025), akuisisi akan dilakukan oleh perusahaan khusus yang dikelola oleh KJR Management, unit real estat Jepang milik perusahaan ekuitas global KKR & Co.
KJR akan bertindak sebagai manajer aset bersama dengan Mizuho Real Estate Management.
Penjualan kantor pusat tersebut dilakukan di tengah upaya efisiensi besar-besaran Nissan, termasuk pemangkasan tenaga kerja dan penutupan sejumlah pabrik, menyusul kondisi keuangan terburuk dalam lebih dari dua dekade.
Dalam pernyataannya, Nissan menjelaskan transaksi senilai ¥97 miliar itu merupakan bagian dari kesepakatan jual dan sewa kembali selama 20 tahun, dengan Minth Group sebagai investor utama. Nissan akan membukukan keuntungan bersih sekitar ¥74 miliar dari penjualan ini.
“Dana hasil transaksi akan digunakan untuk menjaga investasi strategis penting sekaligus memodernisasi sistem internal,” kata Nissan dalam keterangannya.
Perusahaan menegaskan penjualan ini tidak akan memengaruhi operasional maupun jumlah karyawan di kantor pusatnya.
“Langkah ini mencerminkan pendekatan disiplin terhadap efisiensi modal dengan mengoptimalkan nilai dari aset noninti guna mendukung transformasi perusahaan di tengah periode yang menantang,” lanjut Nissan.
Kantor pusat Nissan sebelumnya berlokasi di kawasan elit Ginza, Tokyo, sebelum dipindahkan ke Yokohama pada 2009, bertepatan dengan pembangunan gedung baru di kota tempat Nissan didirikan.
Saham Nissan sempat naik hingga 3,9% di bursa Tokyo pada Kamis (6/11/2025) menjelang rilis laporan keuangan, sebelum akhirnya ditutup menguat tipis 1,1%.
Namun, saham produsen mobil Jepang itu masih terkoreksi sekitar 27% sepanjang tahun ini. Adapun saham Minth Group yang tercatat di Hong Kong turun 0,5% setelah reli tiga hari berturut-turut.
Pekan lalu, Nissan memproyeksikan kerugian operasional sebesar ¥275 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 — proyeksi pertama setelah sebelumnya menunda pemberian panduan. Penjualan gedung di Yokohama diharapkan dapat membantu menekan defisit tersebut.
Tahun ini, CEO Nissan Ivan Espinosa berjanji akan memangkas 20.000 tenaga kerja dan mengurangi jumlah fasilitas produksi global dari 17 menjadi 10 pabrik.
Produsen mobil Jepang itu masih bergulat dengan penurunan tajam laba, beban utang besar, serta lemahnya penjualan di AS dan China, di tengah pergantian kepemimpinan dan lini produk yang menua.
#nissan-jual-kantor #keuangan-nissan #nissan-yokohama #penjualan-kantor-nissan #restrukturisasi-nissan #nissan-minth-group #nissan-kkr #nissan-mizuho #efisiensi-nissan #nissan-saham #nissan-kerugian #n