OJK Catat Nilai Transaksi Kripto Tembus Rp409 Triliun, Konsumen Capai 18,6 Juta
OJK mencatat transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp409 triliun pada 2025, dengan 18,6 juta konsumen. Pasar kripto tumbuh meski ada risiko volatilitas.
(Bisnis.Com) 07/11/25 19:25 31637
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada tahun ini kian bertumbuh hingga menembus Rp409,56 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengatakan nilai transaksi aset kripto selama Oktober 2025 tercatat sebesar Rp49,28 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan 27,64% dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar Rp38,61 triliun.
Alhasil, total nilai transaksi aset kripto di sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak awal 2025 telah mencapai Rp409,56 triliun.
"Hal ini menunjukkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar yang tetap terjaga baik," kata Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada Jumat (7/11/2025).
Jumlah konsumen pedagang aset kripto juga berada dalam tren meningkat, yaitu mencapai 18,61 juta konsumen pada posisi September 2025. Angkanya meningkat 2,95% dibandingkan posisi Agustus 2025 yang tercatat sebanyak 18,08 juta konsumen.
Kapitalisasi pasar aset kripto di Indonesia per September 2025 juga mencapai Rp39,38 triliun, meningkat dari bulan sebelumnya Rp36,75 triliun.
Sehubungan dengan perkembangan aktivitas aset kripto di Indonesia, per Oktober 2025 tercatat 1.301 aset kripto yang dapat diperdagangkan.
OJK telah menyetujui perizinan 29 entitas di ekosistem perdagangan aset kripto, yang terdiri dari bursa kripto, lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, pengelola tempat penyimpanan hingga pedagang aset keuangan digital.
Sebelumnya, Hasan mengatakan bahwa potensi aset kripto bertumbuh di Indonesia terbuka lebar. Sebab, di tingkat global, Indonesia dipandang strategis sebagai salah satu negara pengadopsi aset kripto terbesar. Chainalysis mencatat Indonesia berada di peringkat ketiga dunia sebagai negara dengan partisipasi masyarakat pengadopsi kripto terbanyak.
Dinamika pasar kripto juga bergeliat dipengaruhi sentimen global, seperti kebijakan baru di berbagai negara yang menunjukkan dukungan terbuka terhadap aset kripto.
"Kondisi ini memicu gelombang optimisme terkait kripto," tutur Hasan.
Akan tetapi, menurut Hasan, OJK juga menyadari terdapat potensi risiko dari aset kripto. Potensi risiko yang muncul misalnya terkait volatilitas harga. Saat ini, aset kripto seperti Bitcoin hingga Ethereum pun bergerak volatil dipengaruhi sejumlah sentimen global.
#transaksi-kripto #aset-kripto-indonesia #nilai-transaksi-kripto #konsumen-kripto-indonesia #kapitalisasi-pasar-kripto #ojk-kripto #pertumbuhan-aset-kripto #perdagangan-aset-kripto #bursa-kripto-indone