Kabar Terang dari Istana Soal Merger Grab–GOTO dan Perpres Ojol

Kabar Terang dari Istana Soal Merger Grab–GOTO dan Perpres Ojol

Pemerintah tengah menyempurnakan perpres ojek daring, membahas penggabungan Grab-GoTo, dan pembagian komisi mitra untuk menjaga keberlanjutan industri.

(Bisnis.Com) 10/11/25 08:36 33341

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan pembahasan rancangan peraturan presiden (perpres) tentang ojek daring kini memasuki tahap penyempurnaan bersama berbagai kementerian dan lembaga. Regulasi itu akan mencakup pengaturan pembagian komisi mitra pengemudi serta skema penggabungan dua perusahaan aplikasi, Grab dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).

Prasetyo menyebut adanya rencana penggabungan antara kedua perusahaan tersebut. “Rencana begitu,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, akhir pekan lalu (7/11/2025).

Ia menambahkan bahwa isu tersebut menjadi bagian dari diskusi lebih luas mengenai regulasi transportasi daring. “Kira-kira begitu (Danantara terlibat),” ujarnya saat ditanya mengenai peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Menurut Prasetyo, proses penggabungan masih dalam tahap pencarian bentuk. Opsi yang dikaji dapat berupa merger ataupun akuisisi. “Ya ini lagi dicari skemanya,” ucapnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai isu bahwa Grab akan dibeli GoTo, Prasetyo memberikan jawaban singkat dan mengamini. Ia kembali menegaskan bahwa kajian masih berlangsung. “Dilihat dari bentuknya, iya. Intinya penggabungan mereka berdua, gitu,” katanya.

Prasetyo menekankan bahwa pembahasan penggabungan bukan bertujuan menciptakan monopoli, melainkan menjaga keberlanjutan industri transportasi daring. Menurut dia, ekosistem ojol memiliki kontribusi besar bagi ekonomi rakyat melalui penciptaan lapangan kerja dan perputaran layanan. “Karena bagaimanapun perusahaan ini adalah pelayanan yang di situ tercipta tenaga kerja, saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar, dan sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi. Jadi tujuan utamanya arahnya ke situ,” kata Prasetyo.

Ia juga menyinggung pembahasan terkait isu pembagian komisi mitra pengemudi yang sempat memicu protes. Pemerintah, kata dia, berupaya mencari titik temu antara kepentingan mitra dan perusahaan aplikasi. “Dari awal kan memang diminta oleh teman-teman mitra ojol kan. Makanya disitulah dibicarakan untuk titik temu,” ujarnya.

Prasetyo memastikan penyempurnaan regulasi dilakukan secara intensif. “Sedang terus disempurnakan. Dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak ya. Baik teman-teman mitra ojol maupun teman-teman aplikator,” katanya. Ia menyampaikan bahwa pembahasan lintas kementerian juga mencakup aspek korporasi yang berkaitan dengan penggabungan perusahaan. “Makanya minta tolong sabar dulu,” ujarnya.

Meski belum memberikan kepastian mengenai bentuk instrumen hukum yang akan digunakan, Prasetyo menyebut pemerintah akan memilih mekanisme yang paling tepat. “Tunggu dulu nanti,” kata dia

#grab-goto-merger #perpres-ojol #penggabungan-grab-goto #regulasi-ojek-daring #pembagian-komisi-ojol #transportasi-daring #merger-akuisisi-grab-goto #ekosistem-ojol #industri-transportasi-daring #perat

https://market.bisnis.com/read/20251110/192/1927457/kabar-terang-dari-istana-soal-merger-grab-goto-dan-perpres-ojol