Profil Anthony Levandowski, Bintang Teknologi Pendiri Taksi Robot Waymo yang Kekayaannya Minus US$20 Juta
Anthony Levandowski, pendiri Waymo, menghadapi kebangkrutan dengan utang US$20 juta setelah kalah dalam gugatan melawan Google. Meski sukses di teknologi otonom, ia terlibat kasus hukum serius.
(Bisnis.Com) 12/11/25 17:23 36616
Bisnis.com, JAKARTA - Transportasi umum saat ini tak hanya kereta, bus, dan taksi, tapi juga robotaxi, mobil taksi yang bisa mengantarkan penumpang tanpa pengemudi.
Salah satu yang sedang berkembang di AS saat ini adalah Waymo, perusahaan teknologi besutan Silicon Valley yan meluncurkan layanan perdananya di di Phoenix.
Layanan taksi tanpa pengemudi itu kemudian berkembang, diikuti dengan peluncuran di Wilayah Teluk San Francisco, dan Los Angeles. Tahun lalu, perusahaan ini telah membawa robotaxi-nya ke Atlanta dan Austin melalui kemitraan dengan Uber.
Waymo juga telah mengumumkan rencana untuk memperluas bisnis komersialnya ke beberapa pasar baru pada tahun 2026, termasuk Denver, Miami, Nashville, London, Seattle, dan Washington, D.C.
Namun, di balik kesuksesan Waymo, pendirinya justru punya utang besar, alih-alih menjadi miliarder. Dia adalah Anthony Levandowski, yang kini kekayaannya justru minus, -US$20 juta.
Dilansir Celebrity Net Worth, Anthony Levandowski adalah seorang insinyur keturunan Amerika-Prancis dengan kekayaan bersih -US$20 juta. Kekayaan Anthony pernah mencapai antara US$50 juta dan US$100 juta.
Namun, setelah kalah dalam putusan pengadilan sebesar US$179 juta terhadap Google pada Maret 2020, ia terpaksa menyatakan bangkrut. Dalam gugatannya, Anthony mencantumkan aset senilai antara US$50 dan US$100 juta dan liabilitas senilai US$100-US$500 juta.
Pada awal 2022, Levandowski, Google, dan Uber mencapai penyelesaian global, dengan Levandowski berutang antara US$25 dan US$30 juta.
Pada tahun 2009, ia ikut mendirikan program mobil yang bisa mengemudi sendiri dari Google, Waymo, dan kemudian mendirikan perusahaan truk otonom Otto dan Pronto.
Pada tahun 2019, Levandowski didakwa atas 33 dakwaan federal atas dugaan pencurian rahasia dagang mobil swakemudi dari Google/Waymo. Dia kemudian menjalani hukuman sekitar enam bulan penjara sebelum dibebaskan pada awal tahun 2021.
Profil Anthony Levandowski
Anthony Levandowski lahir pada 15 Maret 1980 di Brussels, Belgia, dari ibunya yang merupakan seorang diplomat Prancis dan ayah seorang pengusaha Amerika.
Saat remaja, ia pindah bersama orang tuanya ke California, AS. Di sana, Levandowski kuliah di University of California, Berkeley, dan meraih gelar sarjana dan magister di bidang teknik industri dan riset operasi.
Levandowski memulai kariernya yang menguntungkan di bidang teknologi saat masih kuliah di Berkeley. Sebagai mahasiswa baru, dia sudah mendirikan perusahaan intranet dan layanan TI La Raison, yang menghasilkan US$50.000 di tahun pertamanya.
Saat kuliah tahun kedua, Levandowski menciptakan BillSortBot, robot Lego yang dirancang untuk menyortir uang Monopoli. Berkat karyanya, ia memenangkan juara pertama dalam kompetisi robotika Sun Microsoft.
Levandowski kemudian meluncurkan Construction Control Systems dan membangun pembaca cetak biru portabel WorkTop. Selain itu, ia dan beberapa rekan insinyurnya dari Berkeley mulai membangun sepeda motor otonom, yang dijuluki "Ghost Rider", yang diikutsertakan dalam DARPA Grand Challenge pada tahun 2004 dan 2005.
Pada tahun 2007, Levandowski bersama ilmuwan komputer Sebastian Thrun, dan tim lainnya direkrut oleh Google untuk mengembangkan sistem Google Street View.
Agar dapat merekam 620.000 mil jalan raya untuk proyek tersebut, Levandowski memesan 100 Toyota Prius, yang ia lengkapi dengan kotak pemetaan bergerak yang dipasang di atap yang memungkinkan mobil-mobil tersebut berkeliling dan menghasilkan peta 3D.
Kotak tersebut, yang disebut kotak "Topcon", dirancang oleh perusahaan rintisan teknologi milik Levandowski, 510 Systems.
Tak lama setelah inovasi ini, Levandowski ditugaskan oleh Google untuk membangun PriBot, sebuah Toyota Prius swakemudi yang merupakan mobil swakemudi pertama yang pernah ada di jalan umum.
Dengan pencapaiannya, ia membuktikan bahwa mobil swakemudi adalah sebuah kemungkinan yang dapat diupayakan.
Pada awal tahun 2009, Levandowski dan Thrun diberi lampu hijau untuk meluncurkan proyek mobil tanpa pengemudi mereka sendiri untuk Google. Mereka segera mendirikan proyek tersebut, Chauffeur, yang akhirnya berganti nama menjadi Waymo.
Selama tahun-tahun berikutnya, 510 systems milik Levandowski membangun lima Prius swakemudi baru untuk proyek tersebut. Setelah berhasil melakukan uji coba mobil swakemudi pada tahun 2012, Levandowski terus bekerja sebagai pimpinan teknis di Waymo hingga awal 2016.
Selama masih bekerja di Google, ia juga mengerjakan proyek-proyek seperti Cardboard, Telepresence, Oblique Aerial Imagery, dan Tiramisu.
Selama masa kerjanya di Google, Anthony Levandowski memperoleh total kompensasi sedikitnya US$120 juta.
Selanjutnya, segera setelah meninggalkan Google, Levandowski mendirikan perusahaan truk otonom Otto bersama Lior Ron, Don Burnette, dan Claire Delaunay.
Dia bekerja sama dengan 11 karyawan Google, yang membantu mereka memodifikasi truk-truk besar dengan sistem swakemudi. Hanya dalam lima bulan beroperasi, Otto diakuisisi oleh Uber Technologies. Alhasil, Levandowski mulai memimpin divisi mobil tanpa pengemudi Uber.
Pada tahun 2017, ia kemudian dipecat setelah terungkap telah membobol server desain Waymo sebelum mengundurkan diri dari Google. Tahun berikutnya, program truk otonom Uber ditutup.
Pada tahun 2018, Levandowski meluncurkan perusahaan mobil tanpa pengemudi lainnya, Pronto, dengan investasi lebih dari US$8,5 juta. Perusahaan ini awalnya memproduksi sistem retrofit swakemudi berbasis kamera untuk truk gandeng di jalan raya.
Pada tahun 2022, perusahaan beralih mengembangkan kendaraan swakemudi untuk digunakan di lingkungan khusus, seperti pertambangan; perusahaan ini juga memulai divisi otonom off-road baru.
Di antara proyek-proyeknya, Levandowski juga membentuk organisasi keagamaan Way of the Future pada tahun 2015. Tujuannya adalah menciptakan Tuhan Kristen melalui kecerdasan buatan. Namun, Levandowski menutup organisasi tersebut pada tahun 2021.
Tahun berikutnya, ia meluncurkan jaringan nirkabel sumber terbuka Pollen Mobile, yang mendistribusikan antena dan perangkat lainnya kepada konsumen di Bay Area. Jaringan ini juga digunakan oleh kendaraan otonom yang dikembangkan oleh perusahaan Levandowski, Pronto
Kasus Hukum
Pada tahun 2017, Levandowski sempat erlibat dalam gugatan perdata Waymo vs Uber karena diduga mengunduh 9,7 GB berkas rahasia Waymo dan rahasia dagang sebelum pengunduran dirinya.
Berkas-berkas tersebut, yang mencakup cetak biru dan desain, kemudian diduga digunakan oleh Levandowski di Uber.
Gugatan tersebut akhirnya diselesaikan pada awal 2018, dengan Uber membayar Waymo sekitar US$245 juta dalam bentuk ekuitas dan setuju untuk tidak menggunakan teknologinya.
Pada tahun 2019, Levandowski didakwa oleh Departemen Kehakiman atas 33 dakwaan federal atas dugaan pencurian rahasia dagang dari Waymo. Ia akhirnya mengaku bersalah atas salah satu dakwaan tersebut, dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara serta diharuskan membayar restitusi sekitar US$756.500 kepada Waymo, ditambah denda US$95.000.
Setelah menjalani hukuman hampir enam bulan, Levandowski menerima pengampunan presiden dan dibebaskan pada awal 2021.
Alami Kebangkrutan
Setelah terbukti melanggar kontrak kerjanya dengan Google dengan memburu karyawan untuk perusahaan rintisannya, Otto, Levandowski diperintahkan untuk membayar Google sebesar US$179 juta pada tahun 2020. Akibatnya, ia harus mengajukan perlindungan kebangkrutan.
Rekan bisnis Levandowski dan salah satu pendiri Otto, Lior Ron, juga terlibat. Pada awal tahun 2022, Levandowski, Google, dan Uber mencapai penyelesaian global, dengan Levandowski berutang antara US$25 dan US$30 juta.
Namun, perjanjian penyelesaian tersebut kontroversial di mata Departemen Kehakiman AS dan Dinas Pendapatan Internal California, yang masih terbebani oleh implikasi pajak atas harta warisan Levandowski.
#waymo #taksi-robot #anthony-levandowski #kekayaan-minus #robotaxi #teknologi-swakemudi #pendiri-waymo #google-waymo #otto #pronto #kasus-hukum-levandowski #kebangkrutan-levandowski #waymo-vs-uber #pro