Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (13/11) Dibuka Melemah Rp16.737 Terhadap Dolar AS
Rupiah melemah 0,12% ke Rp16.737 per dolar AS pada 13/11/2025. Sentimen global dan kebijakan The Fed mempengaruhi pergerakan ini.
(Bisnis.Com) 13/11/25 09:32 37111
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (13/11/2025).
Berdasarkan Bloomberg pukul 09.16 WIB, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% atau 20 poin ke Rp16.737 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS dibuka melemah 0,02% ke 99,47.
Menilik nilai tukar negara Asia lainnya, ringgit Malaysia dibuka menguat 0,05% terhadap dolar AS. Penguatan juga dialami peso Philipina yang dibuka terapresiasi 0,06%, atau dolar Hong Kong yang menguat 0,02% serta yen Jepang yang dibuka menguat 0,06%.
Senasib dengan rupiah, dolar Taiwan hari ini dibuka melemah 0,10%, sedangkan won Korea Selatan dibuka melemah 0,08%.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar masih akan tertekan. Pada perdagangan Rabu (12/11) kemarin rupiah ditutup melemah 30 poin ke Rp16.724 per dolar AS.
"Sedangkan, untuk perdagangan besok [hari ini Kamis 13 November] mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.720 sampai Rp16.760," kata Ibrahim, Rabu (12/11/2025)
Ibrahim mengatakan sentimen global yang menyertai pergerakan nilai tukar di pasar adalah keraguan The Fed memangkas suku bunga lebih lanjut di akhir tahun ini menjadi katalis bagi penguatan dolar AS.
Sementara itu, shutdown pemerintahan AS yang sempat mengganggu The Fed mengambil keputusan kali ini menemui titik terang. Ibrahim mengatakan, DPR AS akan melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri penutupan pemerintah setelah Senat AS menyetujui langkah yang bertujuan untuk membuka pengeluaran pemerintah dan mengakhiri penutupan pemerintah terlama yang pernah ada.
Sedangkan untuk sentimen dari dalam negeri, menurutnya pasar akan mecermati data-data makro ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33% pada 2026. Proyeksi tersebut di bawah target yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR yaitu sebesar 5,4%. Prakiraan pertumbuhan 5,33% pada tahun depan itu berdasarkan perkembangan ekonomi global maupun domestik.
Proyeksi BI itu juga di bawah target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%. Target pemerintah juga realistis, namun tergantung kecepatan realisasi belanja stimulasi fiskal ke depan.
Sedangkan, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,9% pada 2026, jauh lebih rendah dari target pemerintah maupun BI.
"Sementara untuk ekonomi domestik, BI turut mempertimbangkan rencana dukungan bank sentral untuk mendorong pertumbuhan lewat penurunan suku bunga hingga ekspansi likuiditas moneter dan makroprudensial," tandas Ibrahim.
#nilai-tukar-rupiah #rupiah-melemah #dolar-as #kurs-rupiah-hari-ini #nilai-tukar-hari-ini #rupiah-terhadap-dolar #rupiah-dibuka-melemah #kurs-rupiah-13-november #rupiah-fluktuatif #sentimen-global-rupi