Bank Mandiri (BMRI) Kantongi Komisi Rp5,48 Triliun Berkat Layanan Digital

Bank Mandiri (BMRI) Kantongi Komisi Rp5,48 Triliun Berkat Layanan Digital

Pendapatan digital Bank Mandiri naik 13,3% YoY jadi Rp5,48 triliun per September 2025, didorong inovasi Livin', Kopra, dan Livin' Merchant.

(Bisnis.Com) 14/11/25 13:52 38505

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengantongi pendapatan berbasis komisi dari layanan digital sebesar Rp5,48 triliun hingga September 2025. Nilai tersebut tumbuh 13,3% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp4,84 triliun.

Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara menyampaikan pertumbuhan yang signifikan itu merupakan hasil sinergi antara inovasi digital dan strategi penguatan ekosistem finansial yang berorientasi pada kemudahan dan keberlanjutan layanan nasabah.

“Melalui Livin’, Kopra, dan Livin’ Merchant, kami tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pelaku usaha, dan mengakselerasi inklusivitas perekonomian nasional,” kata Ashidiq dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025).

Tercatat hingga September 2025, Livin’ by Mandiri yang hadir dalam memenuhi kebutuhan nasabah ritel telah dipakai oleh lebih dari 34,5 juta pengguna. Capaian itu tumbuh 26,5% YoY dengan frekuensi mencapai 4,54 miliar kali transaksi naik 27,9% hingga akhir kuartal III/2025.

Pada posisi yang sama, nilai transaksi Livin’ by Mandiri mencapai Rp4.257 triliun, tumbuh 10,4% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kehadiran Livin’ juga mempercepat akuisisi nasabah baru, di mana lebih dari 91% pembukaan rekening kini dilakukan secara digital melalui aplikasi ini.

Bank berlogo pita emas itu juga memperluas dukungan kepada pelaku usaha melalui Livin’ Merchant. Platform yang membantu UMKM mengelola transaksi secara real-time, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas akses pasar melalui ekosistem digital yang terintegrasi itu kini telah digunakan oleh sekitar 3 juta merchant, tumbuh 35% YoY.

“Livin’ Merchant kami hadirkan sebagai solusi digital yang memperkuat daya saing pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan sistem pembayaran dan pencatatan transaksi yang terintegrasi, kami ingin memastikan UMKM dapat tumbuh secara produktif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Di segmen korporasi dan pebisnis, nilai transaksi Kopra by Mandiri mencapai Rp25.980 triliun, meningkat 21,5% YoY, dengan volume transaksi 1,45 miliar atau naik 18,7% YoY.

Melalui pemanfaatan ekosistem digital, saldo giro korporasi bank only meningkat menjadi Rp 564,5 triliun, mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap inovasi digital Bank Mandiri.

Transformasi digital yang konsisten juga mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only Bank Mandiri yang mencapai Rp1.487 triliun, meningkat 12,3% YoY dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, komposisi dana murah (CASA) tetap dominan sebesar 73,1%, menandakan efektivitas digitalisasi dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas.

#bank-mandiri #bisnis-digital #fee-based-income #pendapatan-komisi #layanan-digital #inovasi-digital #ekosistem-finansial #livin-by-mandiri #livin-merchant #transaksi-digital #inklusivitas-ekonomi #aku

https://finansial.bisnis.com/read/20251114/90/1928827/bank-mandiri-bmri-kantongi-komisi-rp548-triliun-berkat-layanan-digital