Pemkot Surabaya Persiapkan Pendidikan dan Pekerjaan Korban Ponpes Al-Khoziny
Pemkot Surabaya berkomitmen mendampingi korban Ponpes Al-Khoziny dengan bantuan psikologis dan pekerjaan, fokus pada pemulihan mental dan masa depan pendidikan.
(Bisnis.Com) 15/10/25 12:45 4117
Bisnis.com, SURABAYA – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan pihaknya akan berkomitmen untuk memberikan pendampingan secara psikologis hingga bantuan pekerjaan terhadap korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.
Terkhusus kepada Nur Ahmad, santri asal Surabaya yang tangannya diamputasi petugas medis di lokasi kejadian, saat proses evakuasi korban dari reruntuhan bangunan pada Senin (29/9/2025).
"Terkait dengan korban, khususnya warga Surabaya yang mengalami amputasi akibat insiden di lokasi tersebut, pemerintah kota akan memberikan pendampingan penuh," tegas Eri, Selasa (14/10/2025).
Eri menyatakan, kondisi fisik remaja tersebut membuat Ahmad tidak dapat menjalani kehidupannya seperti sedia kala. Oleh sebab itu, dirinya menegaskan pendampingan oleh Pemkot Surabaya tidak hanya sebatas pada pemulihan fisik semata, tetapi juga aspek mental dan kejiwaan, mengingat trauma mendalam yang dialami korban dan keluarganya.
"Jadi, kita lakukan pendampingan psikis. Kita lakukan pendampingan keluarga, terutama psikis dulu ya. Setelah psikis ini nanti dikurangi bisa kembali normal, baru kita lakukan pendampingan yang lainnya," jelas Eri.
Untuk itu, Eri menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mempersiapkan masa depan korban secara matang. Seluruh rencana pendampingan tersebut bersifat holistik, mulai dari pemulihan mental hingga penentuan jalur pendidikan dan karier yang akan ditempuh.
Ketua Dewan Pengurus APEKSI ini juga akan berkomunikasi secara intensif dengan keluarga korban untuk memfinalisasi rencana tersebut.
"Mohon maaf, kalau sudah seperti ini kan dalam keadaan tidak normal. Maka, pekerjaannya harus segera dipikirkan juga. Bagaimana dia tetap bisa sekolah sampai lulus dan setelah itu bekerja. Nanti kita diskusikan dengan keluarganya," pungkasnya.
Sebagai informasi, sebanyak lebih dari 30 santri yang selamat dari peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo merupakan warga asal Kota Surabaya.
Sekitar 20 orang santri yang mengalami akan mendapatkan pendampingan psikologis dari Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya.
Rangkaian pendampingan terhadap para santri yang menjadi korban tersebut dilakukan untuk membangun kembali kondisi mental para santri menjadi semakin baik agar dapat beraktivitas seperti biasanya.
#surabaya-pendidikan #pekerjaan-korban #ponpes-al-khoziny #pendampingan-psikologis #bantuan-pekerjaan #korban-ambruk #pemkot-surabaya #pendampingan-mental #pemulihan-fisik #trauma-korban #masa-depan-ko