Menilik Kekayaan Jack Ma, Tembus Rp500 Triliun dan Punya Sederet Properti Mewah
Jack Ma, pendiri Alibaba, memiliki kekayaan Rp506 triliun dengan properti mewah di London, Singapura, Hong Kong, Prancis, dan New York.
(Bisnis.Com) 18/11/25 10:51 41575
Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini, istri taipan pemilik Alibaba Jack Ma membeli sebuah hunian mewah di London dengan harga sekitar 20 juta pound sterling, atau setara dengan Rp440 miliar.
Perumahan itu dibangun pada pergantian abad ke-19 dan ke-20. Sejak 1923, kediaman itu menampung kedutaan besar Italia, kemudian kantor atase militer Italia. Tetapi 15 tahun yang lalu bangunan itu diubah menjadi rumah pribadi.
Rumah seluas 7.692 kaki persegi itu memiliki enam kamar tidur, teater rumah, dan taman di halaman. Menurut statistik dari perusahaan real estat LonRes, kesepakatan ini berada di peringkat ke-34 dalam daftar transaksi termahal tahun 2024 di London.
Selain rumah besar London, tahun lalu Jack Ma juga telah membeli tiga properti komersial mewah di Singapura. Total biaya mereka adalah US$34,5 juta.
Di luar China, miliarder tersebut juga memiliki perkebunan di titik tertinggi Hong Kong, kebun anggur di Prancis, dan lahan seluas 28.000 hektar di Pegunungan Adirondack, New York.
Kekayaan Jack Ma
Punya sederet properti di luar negeri, Jack Ma selaku pendiri Alibaba adalah orang terkaya ke-8 di China dengan kekayaan mencapai US$30,2 miliar, atau sekitar Rp506 triliun.
Kekayaan bersih Jack Ma pada tahun 2025 berasal dari pendapatan yang diraihnya selama puluhan tahun, terutama sebagai salah satu pendiri Alibaba Group. Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi salah satu pengusaha paling berpengaruh di China dan dunia.
Mantan guru bahasa Inggris itu mendirikan Alibaba Group pada 1999, menjadikannya salah satu perusahaan e-commerce terbesar di dunia.
Selama tahun-tahun berikutnya, Ma terus memperluas jangkauannya dengan meluncurkan platform-platform utama, termasuk Taobao Marketplace, Alipay, Ali Mama, dan Lynx, dimulai pada tahun 2003.
Sepanjang kariernya, Ma juga telah terhubung dengan berbagai perusahaan, termasuk China Pages, Hangzhou Haibo Translation Agency, Yunfeng Capital, dan Jack Ma Foundation, di antara perusahaan-perusahaan lainnya.
Setelah dua dekade memimpin, Jack Ma resmi mengundurkan diri sebagai ketua eksekutif Alibaba pada tahun 2019.
Ma sempat mundur dari hadapan publik pada 2020. Ma kemudian kembali ke Tiongkok pada tahun 2023, tepat ketika Alibaba mengumumkan rencana untuk memecah perusahaan menjadi enam bisnis.
Namun, perombakan tersebut ditunda setelah perusahaan tersebut membatalkan rencana IPO unit logistik Cainiao dan divisi komputasi awannya.
Ma tetap menjadi mentor, dan sering kali mendorong karyawan untuk berinovasi dan berubah di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
#jack-ma #kekayaan-jack-ma #properti-jack-ma #alibaba-group #rumah-mewah-london #properti-mewah-singapura #perkebunan-hong-kong #kebun-anggur-prancis #lahan-new-york #pendiri-alibaba #orang-terkaya-chi